LENSAINDONESIA.COM: Satgas Penanganan Covid-19 menyatakan bahwa kebijakan pemerintah terkait pelarangan mudik Lebaran tahun 2021, dalam periode 6 – 17 Mei 2021, merupakan bentuk perlindungan pada masyarakat dari potensi penularan Covid-19.

Sebab itu, Satgas meminta agar masyarakat mematuhi kebijakan tersebut, karena seluruh wilayah perbatasan antar daerah sudah dijaga aparat Kepolisian bersama pemerintah daerah dan dibantu masyarakat setempat.

“Kebijakan ini upaya perlindungan yang dilakukan pemerintah kepada masyarakat dari potensi penularan COVID-19,” Jubir Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip Jum’at (7/5/2021) yang disiarkan langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Masyarakat, lanjut Wiku, agar tidak memaksakan diri untuk berangkat mudik yang nantinanya justru merugikan diri sendiri. Jika masyarakat masih kedapatan nekat mencoba menerobos pintu penyekatan yang ditempatkan aparat, maka Kepolisian berhak memerintahkan masyarakat berputar balik.

“Saya minta masyarakat jangan memaksakan diri untuk mencoba mudik,” tegas Wiku.

Selain pembatasan bagi para pemudik, Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 800/2794/SJ tentang Pelarangan Buka Puasa Bersama Bulan Ramadhan dan Open House/Kegiatan Halal Bihalal Pada Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah Pada Tahun 2021.

Dengan diterbitkannya Surat Edaran ini diharapkan dapat dipatuhi jajaran pemerintah daerah (Pemda) selama masa lebaran Idul Fitri.

Kemudian, para kepala daerah gubernur, walikota dan bupati diminta menindaklanjuti dengan melakukan pelarangan kegiatan buka puasa bersama jika terdapat partisipasi yang melebihi jumlah keluarga inti ditambah 5 orang. Para kepala daerah juga harus menginstruksikan ASN di daerah untuk tidak juga melaksanakan halal bihalal hari raya Idul Fitri.

Terkait dalam pelaksanaan ibadah pada bulan Ramadhan dan shalat Ied, merujuk pada Surat Edaran Menteri Agama No. 3 Tahun 2021, bahwa masyarakat diminta untuk memperhatikan zonasi wilayah tempat tinggalnya dalam menyelenggarakan ibadan Ramadhan dan Idul Fitri.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah zona merah dan oranye, ibadah dilakukan di rumah saja. Kemudian, untuk zona kuning dan hijau, ibadah dapat dilaksanakan di masjid dengan tetap mematuhi Protokol Kesehatan yang ketat. Termasuk untuk pelaksanaan halal bihalah tatap muka hanya diperuntukkan bagi keluarga inti.

“Atau juga dapat melaksanakan halal bihalal secara virtual,” pungkas Wiku.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun