LENSAINDONESIA.COM: Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur kembali mengeluarkan imbauan soal Sholat Idul Fitri 1442 Hijriah. Jika sebelumnya imbauan berisi larangan untuk semua wilayah, kali ini hanya berlaku untuk daerah yang berada di zona merah Covid-19. Masyarakat diimbau sholat Ied di rumah bersama keluarga.

Imbauan tersebut terlampir dalam surat bernomor 05/MUI/JTM/IV/2021 pada 1 Mei 2021 yang ditandatangani Ketua MUI Jatim, KH Mutawakkil Alallah dan Sekretaris Umum MUI Jatim, Prof Akhmad Muzakki.

“Seluruh umat Islam di Jawa Timur yang tinggal di titik area risiko penularan COVID-19 kategori merah atau titik area dengan tingkat penularan virus corona tinggi agar melaksanakan Sholat Idul Fitri di rumah bersama keluarga,” papar Kiai Muttawakil, Kamis (6/5/2021).

Sedangkan, bagi masyarakat yang berada di zona orange, kuning dan hijau diizinkan menggelar Sholat Ied berjamaah di masjid ataupun lapangan terbuka.

Kendati demikian, mayarakat yang berada di ketiga wilayah zonasi tersebut, diharuskan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Selain itu, harus dilakukan koordinasi terlebih dulu dengan Satgas Covid-19 setempat guna dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan cairan disinfektan.

“Terutama menggunakan masker dan menjauhi potensi jarak sosial yang dapat menimbulkan kerumunan kelompok yang rentan terhadap penularan virus Corona,” tambahnya.

Soal halal bihalal, MUI Jatim lebih menyarankan dilakukan secara virtual saja. Pasalnya, jika dilakukan secara tatap muka. Tak dapat dipungkiri jika berpotensi terjadi lonjakan kenaikan kasus Covid-19 lagi karena adanya kerumunan.

“Dalam situasi yang tidak darurat agar tradisi silaturahim yang biasa dilakukan seusai salat Idul Fitri, diselenggarakan melalui sarana virtual yang ada pada fasilitas gadget atau laptop untuk kepentingan kewaspadaan terhadap bahaya penularan Covid-19,” pesannya. @wendy