LENSAINDONESIA.COM: Hari pertama penyekatan larangan mudik pra Idul Fitri, sedikitnya 3.169 kendaraan dipaksa putar balik oleh petugas saat mencoba melintasi 9 titik perbatasan Jawa Timur.

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Latif Usman mengatakan, 3.169 kendaraan itu terdiri dari 971 motor, 1.386 mobil penumpang, 188 bus, 287 mobil barang, dan 35 kendaraan khusus.

Kombes Latif menegaskan kepada masyarakat, bahwa kendaraan yang hendak keluar-masuk di Jatim akan dilakukan skrining secara ketat. Apabila ditemukan pelanggaran maka tak ada kata toleran.

“Kendaraan akan diperiksa ketat di pos screening. Bila terindikasi mudik akan diputar balik sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya, Jumat (7/5/2021).

Untuk penyekatan di perbatasan Jawa-Bali, tepatnya Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Kombes Latif menyebut ada 152 motor, 130 mobil penumpang dan 20 mobil bus, yang diputar balik.

Ribuan kendaraan yang diputarbalikkan oleh petugas ini dikarenakan para pengendara tak melengkapi sejumlah persyaratan yang telah menjadi ketentuan, seperti surat terbebas dari Covid-19 hingga surat izin dari perusahaan.

“Banyaknya masyarakat yang tidak membawa surat keterangan bebas COVID-19. Lalu, banyak masyarakat yang berasumsi untuk bekerja pada lokasi yang dituju, tetapi tidak ada surat izin dari perusahaan tempat kerja atau surat izin dari kelurahan atau kecamatan,” paparnya.

Kendati demikian, bagi masyarakat yang telah membawa surat dari perusahaan, surat dari RT/RT namun tak membawa surat yang menyatakan terbebas dari Covid-19, akan dilakukan rapid tes antigen di tempat.

“Namun yang tidak bisa menunjukkan syarat tersebut langsung diputarbalik ke tempat asal para pelaku perjalanan mudik,” pungkas Kombes Latif.

Apabila hasil rapid tes antigen tersebut menunjukkan hasil ‘negatif’ maka pengendara dapat melanjutkan perjalanan. Sebaliknya, apabila hasilnya ‘positif’ maka pengendara harus menjalani karantina di wilayah tersebut hingga Operasi Ketupat 2021 selesai. @wendy