LENSAINDONESIA.COM: Indonesia menargetkan terbentuknya 20.000 kampung iklim sebagai bentuk mitigasi pengendalian perubahan iklim melalui Program Kampung Iklim (Proklim). Hal ini ditanggapi serius oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun.

Berbincang hangat dengan LensaIndonesia.com sembari melakukan peninjauan kesiapan mengikuti Proklim di Taman Kelir Kelurahan Kanigoro, Rabu (5/5/2021) siang, Eko Djoko Soenarso, S. AP., Kasie Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan menuturkan, bahwa Kota Madiun akan mengirim 6 Kelurahan untuk mengikuti verifikasi Nasional Program Kampung Iklim yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Ada 6 Kelurahan, yaitu Klegen, Taman, Pandean, Pangongangan, Kartoharjo dan Kanigoro ini,” ujar Eko Djoko.

Ada 3 indikator yang harus dipenuhi untuk verifikasi Proklim, antara lain pertama adalah adaptasi yang meliputi pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, pengendalian penyakit terkait Iklim. Kedua adalah mitigasi yang meliputi pengelolaan sampah dan peningkatan tutupan vegetasi. Dan yang ketiga, kelembagaan, termasuk tersedianya bank sampah, keterlibatan kelurahan, RT dan RW. Tiga indikator tersebut harus sudah dimiliki oleh peserta Proklim dalam jangka waktu lama, dengan bukti dokumentasi secara audio visual.

Di Kota Madiun sendiri terdapat dua kelurahan yang telah diverifikasi menjadi Kampung Proklim pada tahun 2020 lalu, yaitu kelurahan Banjarejo dan Rejomulyo. Harapan kedepannya 6 Kelurahan yang diajukan untuk mengikuti program Proklim tahun 2021 ini bisa lolos verifikasi.

“Semua masyarakat yang ada di Kota Madiun sudah mengikuti kaidah Kampung Iklim, selanjutnya kita sebarkan virus kebaikan, agar masyarakat bisa tertular untuk perbaikan kualitas lingkungan kita,” pungkasnya. @Limad