LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan kunjungan ke Kota Madiun. Kedatangan orang nomor satu di Jawa Timur tersebut disambut oleh Wali Kota Madiun Maidi, dan jajaran Forkopimda di Kantor Badan Koordinasi Wilayah I Kota Madiun, Sabtu (8/5/2021) siang.

Dalam kesempatan itu, perempuan pertama yang menjadi Gubernur Jawa Timur tersebut melakukan pemberian bantuan sembako untuk Paguyuban Tukang Becak Kota Madiun. Hal ini sebagai wujud kepedulian Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Khofifah memaparkan, Jawa Timur mengalami surplus perdagangan antar pulau dan propinsi sebesar 91 triliun, namun kebalikannya mengalami defisit ekspor sebanyak 8,1 triliun. Fakta ini disebabkan proses distribusi yang terhambat, yang merupakan efek samping dari kebijakan-kebijakan di masa pandemi.

“Sebenarnya Jawa Timur saat ini mengalami pertumbuhan (ekonomi) sekitar 33,8%,” ujar Khofifah.

Mantan Menteri Sosial pada Kabinet Kerja tersebut menuturkan, di masa pandemi ini, bukan Indonesia saja yang merasakan dampaknya, melainkan seluruh negara di ASEAN, bahkan dunia mengalami kesulitan yang serupa. Selain itu, Khofifah juga menyampaikan, pergerakan pasar dunia berada pada titik yang relatif naik terhadap kebutuhan pangan yang membutuhkan suplai para eksportir, namun terjadinya kelangkaan ‘kontainer’ sebagai sarana pendistribusian menjadi alasan keterlambatan stok menuju tempat tujuan.

Sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pasar, maka pemerintah akan melakukan beberapa terobosan.

“Bahwa kita harus melakukan ekspansi ke daerah-daerah yang mempunyai banyak surplus logistik,” pungkas Khofifah. @Limad