LENSAINDONESIA.COM: Dalam upaya pencegahan dan pengendalian covid 19 di Kabupaten Jombang. Masyarakat diimbau untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan meniadakan kegiatan sosial yang bersifat menimbulkan banyak kerumunan.

Hal itu tertuang dalam Intruksi Bupati Jombang nomor 7/2021 tentang perpanjangan keenam PPKM mikro yang berlaku hingga 17 Mei 2021 mendatang. Menindak lanjuti hal tersebut untuk mengurangi mobilitas pengumpulan masa Satgas Covid-19 Kabupaten Jombang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jombang, H Jazuli mengatakan sebagai bentuk tindak lanjut dari intruksi pemerintah pusat, Bupati Jombang telah mengeluarkan intruksi perpanjangan PPKM mikro yang berlaku dari tanggal 4 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang.

“Upaya ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga berlaku pengetatan kegiatan masyarakat di fasilitas umum seperti wisata, taman dan sejenisnya dengan wajib mengantongi hasil tes antigen atau genose untuk wisata yang berbayar,” jelas Sekda Jombang.

Selain itu, lanjutnya, ada pembatasan kegiatan buka bersama yang tidak lebih dari 5 orang. Pemberlakuan jam malam juga masih berlaku hingga pukul 21.00 WIB seperti penerapan PPKM mikro pada tahap kelima kemarin.

Sementara ada beberapa poin yang bersifat imbauan dan larangan saat lebaran yaitu pemberlakuan larangan mengumpulkan masa seperti tradisi takbir keliling dan halalbihalal atau open house saat Hari Raya Idul Fitri.

“Segala bentuk kegiatan yang sifatnya menimbulkan kerumunan salah satunya didalam Intruksi disebutkan melarang takbir keliling dan open house. Tetap patuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.@Obi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun