LENSAINDONESIA.COM: Sekelompok oranh diduga dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terlibat tawuran berdarah melawan 4 orang yang mengaku penjaga keamanan Ruko Jl Buntaran 25-26, Senin (10/5/2021) sekitar pukul 01.30 WIB.

Insiden tawuran dipicu salah paham antar kedua kubu. Akibatnya Didik Prasetyo (24) tinggal di Jl Tanjungsari dan Jarum (22) asal Nganjuk mengalami luka bacok di tubuhnya.

Kapolsek Tandes, Kompol Hendry Ibnu Indarto mengatakan, 4 orang yang mengaku penjaga keamanan ruko, menegur salah satu rekan korban untuk memindah truk yang dikendarai dari depan ruko.

Kebetulan saat itu korban bersama 4 rekannya tengah pesta miras. Mereka lantas memindah truk ke Jl Sentong. Namun diam-diam tak terima dan menghubungi teman anggota PSHT dan kembali ke TKP.

“Di komplek ruko tersebut terjadi perselisihan antara kelompok PSHT sebanyak 11 orang dengan kelompok waker (keamanan ruko) sebanyak 4 atau 5 orang. Tapi kelompok waker ini sudah siap dengan senjata tajam,” terangnya.

Dalam kondisi mabok miras dan merasa di atas angin karena menang jumlah, Didik melempar kelompok lawan menggunakan gelas kopi.

Dengan sigap, pelaku membalas lemparan tersebut dengan sabetan golok yang mengenai tangan Didik. “Jarum yang saat itu di dekat Didik dan ingin menolong, juga kena sabetan golok di tangan dan punggungnya,” tambahnya.

Kemudian beberapa rekan korban saat mengetahui hal itu membawanya ke rumah sakit terdekat. Sedangkan yang lainnya menghubungi massa yang lebih banyak dan kembali mendatangi TKP untuk kedua kalinya.

“Saat kembali ke TKP, kelompok waker sembunyi di dalam ruko dan pintu dikunci dari dalam. Kelompok yang diduga PSHT melampiaskan kekesalannya dengan membakar 3 unit motor dan merusak ruko,” imbuhnya.

Sekitar pukul 04.30 WIB, anggota Polsek Tandes dibackup Polrestabes Surabaya, Satpol PP dan Linmas datang untuk menetralisir situasi

Petugas lantas mengamankan sedikitnya 10 orang beserta barang bukti 1 tas cangklong hitam milik Jarum yang berisi dompet dan 2 ponsel, 6 golok dan 1 celurit. “Mereka langsung kami bawa ke Mapolrestabes Surabaya,” pungkasnya. @wendy