LENSAINDONESIA.COM: Dinding-dinding batu itu seakan hendak bercerita sebuah kisah pada suatu masa yang pernah disaksikannya. Namun, dinding itu hanya bisa membisu menyimpan kenangan tentang sebuah kehidupan di masa lampau. Terbayangkan keindahan hamparan rerumputan yang menghijau di atas sebuah bukit, dimana tampak Gunung Merapi menjulang gagah di kejauhan.

Entah kehidupan seperti apa yang pernah ada di kawasan Situs Ratu Boko atau Candi Boko ini dulu. Banyak yang berpendapat, situs purbakala yang berjarak sekitar 3 Km di sebelah selatan Candi Prambanan atau 18 Km sebelah timur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut adalah sebuah Kraton atau Istana Raja.

Ada yang mengatakan, Situs Ratu Boko yang terletak di Desa Bokoharjo dan Desa Sambireja, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, dulunya digunakan sebagai tempat beribadah. Ada pendapat lain, kawasan ini adalah tempat peristirahatan raja-raja, karena berada di ketinggian bukit dengan udara segar dan pemandangan yang indah.

Namun, bukti tertulis yang ditemukan di situs Ratu Boko, yaitu Prasasti Abhayagiri Wihara yang berangka tahun 792 M, menyebut nama seorang tokoh bernama Tejahpurnapane Panamkarana atau Rakai Panangkaran (746-784 M), serta menyebut adanya kawasan wihara di atas bukit dengan nama “Abhyagiri Wihara” (wihara di bukit yang bebas dari bahaya). Rakai Panangkaran diketahui merupakan raja kedua Kerajaan Medang dan penganut agama Budha. Ia mengundurkan diri sebagai Raja karena menginginkan ketenangan rohani dan memusatkan pikiran pada keagamaan, salah satunya dengan mendirikan wihara yang bernama Abhayagiri Wihara tersebut.

Meskipun hanya tersisa puing-puing, namun menatap empat gapura mengapit, dan satu gapura utama di tengahnya, serta hembusan angin sejuk seolah melempar angan kita ke ratusan tahun silam, membayangkan seorang putri raja yang cantik dan anggun berjalan diiringi para dayang-dayang memasuki gapura itu.

Berdiri di atas bukit setinggi 200 mdpl, membuat Situs Ratu Boko menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Dari ketinggian kawasan ini, kita dapat melihat megahnya Candi Prambanan dan gagahnya Gunung Merapi. Selain itu, pesona dan keindahan matahari terbenam dari Situs Candi Boko ini tiada duanya. Bahkan bisa dikatakan, Fenomena alam “Sunset” disini lebih mempesona dibandingkan dengan di pantai. Sehingga, tak mengherankan apabila banyak sekali wisatawan asing maupun lokal yang rela menunggu untuk menyaksikan tenggelamnya matahari di tempat ini.

Bagi tertarik pada dunia fotografi, mengunjungi Situs Ratu Boko menjadi sebuah rekomendasi tersendiri. Perpaduan eksotisme alam dan kemegahan masa lalu, menciptakan sudut sempurna bagi karya-karya fotografi. Berkunjung ke situs ini, kita akan dimanjakan dengan banyaknya spot foto keren dan instagramable. @Andri_w