LENSAINDONESIA.COM: Subdit III Jatanras Polda Jawa Timur meringkus sindikat pemalsu surat bebas Covid-19 atau hasil negatif Rapid Antigen dan Swab PCR yang sudah 6 bulan menjalankan aksi.

Lima tersangka yang diringkus masing-masing 5 NH (33), SG (36), MZA (22), IB (51) asal Sedati, Sidoarjo. Dan satu tersangka lainnya berinisial AF (27) warga Petukangan Ampel, Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot Repli Handoko mengatakan, seluruh tersangka memiliki peran masing-masing yang bekerja sama untuk membuat dan mencari pemesan bagi seseorang yang memerlukan surat keterangan ‘negatif’ tanpa menjalani pemeriksaan.

“Kelima pelaku mengatasnamakan RS Sheila Medika untuk memalsukan surat hasil rapid antigen dan swab PCR,” terang Kombes Gatot Repli di Mapolda Jatim, Selasa (11/5/2021).

Kombes Gatot Repli menjelaskan, awal mula bisnis pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19 ini diinisiasi tersangka NH. Dia sebelumnya adalah karyawan (OB) di RS Sheila Medika di Jl Letjen Wahono, Sidoarjo, yang telah diberhentikan 4 bulan lalu.

“Tersangka atau mantan karyawan rumah sakit itu punya dokumen blanko kemudian dimanfaatkan untuk membuat surat palsu,” jelasnya.

NH kemudian mengajak AF menjalankan bisnis pembuatan surat palsu itu. Mereka berdua berperan sebagai pembuat dan penjual.

“Tiga tersangka lainnya SG, MZA, dan IB sebagai marketing atau pencari pemesan. Rata-rata pemesannya dari penumpang pesawat terbang dan travel,” tambah Kombes Gatot.

Sementara Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto mengatakan Dari hasil pemeriksaan dalam sehari sindikat itu mencetak rata-rata tiga surat swab PCR dan lima rapid antigen palsu. Selama empat bulan beraksi sudah mencetak 800 lembar.

“Surat rapid antigen dihargai Rp100 ribu dan swab PCR Rp400 ribu oleh tersangka NH dan AF. Kemudian oleh tiga tersangka SG, MZA, dan IB dijual Rp200-Rp750 ribu,” jelas Totok

Dari pengungkapan ini, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 1.200.000, 4 lembar hasil rapid tes swab antigen yang sudah jadi beserta amplop, 1 bendel blangko kosong rapid test swab antigen kop surat RS Sheila Medika beserta amplopnya, laptop dan printer.

Kelima tersangka ini dijerat Pasal 263 ayat 1 KUHP Subsider Pasal 268 KUHP Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama enam tahun penjara. @wendy