LENSAINDONESIA.COM: Para Pekerja Migran (PMI) asal Kabupaten Blitar terus berdatangan di Indonesia pada H-1 Lebaran.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Haris Susianto menyampaikan, saat ini tercatat sebanyak 507 asal Kabupaten yang menjalani karantina usai tiba di Bandara Internasional Juanda.

Karantina ini dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19.

“Sampai saat ini data PMI asal Kabupaten Blitar yang sudah tiba di Bandara Internasional Juanda sudah mencapai 507 orang. Dari jumlah itu, sebagian sudah pulang kerumah masing-masing. Tentu yang bisa pulang kerumah adalah PMI yang sudah menjali karantina dan dinyatakan non reaktif COVID-19,” kata Haris kepada lensaindonesia.com, Rabu (12/05/2021).

Karantina bagi PMI ini, lanjut Haris, dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu karantina di Surabaya untuk menampung PMI dari luar negari yang baru mendarat di Bandara Juanda, dan karantin lokal yang disiapkan Pamkab Blitar di Hotel Ilhami dan Stikes Blitar. “Karantina lokal ini dilakukan sebelum PMI pulang ke rumah masing-masing. Kalau hasil tes non reaktif mereka baru diperbolehkan pulang,” jelasnya.

Haris Susianto juga menyinggung adanya PMI alamat tinggalnya tidak sesuai dengan yang tertera di paspor. Meski demikian, PMI akan tetap dipulangkan ke alamat tinggalnya.

“Memang hal itu ada, kita temukan satu PMI asal Blitar yang alamatnya tertulis Banyuwangi di Paspor. Tapi pemulangannya disesuaikan dengan alamat tinggal sesungguhnya,” ungkap Haris.

Semantara itu, Humas Kantor Imigrasi Blitar Setiawan membantah perbedaan alamat tinggal dengan paspor bisa terjadi. Karena saat ini data kependudukan sudah terintegrasi.

“Sekarang data penduduk sudah terintegrasi dengan kita. Jadi tidak mungkin ada ketidak sesuaian data identitas di paspor dan data yang ada di dispendukcapil, dan setiap lima tahun paspor harus diperbaharui, kalaupun ada perubahan pasti akan terdeteksi,” jelasnya.

Senada Sekretaris Subdit Intel dan Penindakan Kantor Imigrasi Blitar, Raden Vidiandra Arya Julina, mengatakan Kantor Imigrasi akan melakukan langkah-langkah sesuai prosedur dalam menyambut kedatangan para PMI.

“Pada prinsipnya Imigrasi akan melakukan pengecekan dokumen setiap orang yang mau masuk ke Indonesia, mereka layak atau tidak. Terkait kedatangan PMI di mungkinkan musim lebaran ini naik setelah tahun kemarin ditutup total, namun tidak terlalu signifikan karena sebagian PMI juga sudah banyak pulang jauh sebelum lebaran,” pungkasnya.@anam

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun