LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kabupaten Jombang membolehkan tempat wisata buka selama libur Hari Raya Idul Fitri.

Pembukaan tempat wisata itu harus dilakukan dengan tetap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Tempat wisata juga harus membatasi jam operasional dan membatasi jumlah pengunjung. Yakni pengunjung tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas tempat wisata tersebut. Memperbanyak imbauan dan sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan.

Menurut Bupati Jombang, Hj Munjidah Wahab, selama masih dalam zona hijau dan atau kuning masih diperbolehkan untuk tetap buka. Namun, harus dengan protokol kesehatan yang ketat. Adapun pihak pengelola harus benar-benar berkomitmen baik prosedural, fasilitas, maupun pengawasan oleh satgas internal usaha pariwisata.

“Tempat wisata boleh buka asal zona hijau dan kuning, juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan dan membatasi jumlah pengunjung tidak lebih dari 50 persen,” ungkap Bupati Mundjidah, dikutip Rabu (12/05/2021).

Bupati Jombang menjelaskan bahwa sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri yang mengatur Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro juga mengatur mengenai pembukaan tempat wisata. Salah satunya adalah wajib melakukan screening test antigen atau genose bagi fasilitas umum berbayar atau lokasi wisata dalam ruangan.

“Untuk itu, harus dibentuk tim satgas dilokasi wisata masing-masing. Sedangkan untuk pengelola rumah makan, restoran dan sejenisnya ada batasan jam, mulai pukul 21.00 WIB sudah harus tutup,” imbuhnya.

Sementara, Ketua Divisi Promosi Publikasi dan Pemasaran Desa Wisata DPP ASIDEWI (Asosiasi Desa Wisata Indonesia), Ahmad Suhaib SE sangat mendukung langkah pemerintah dalam hal ini memperbolehkan tempat wisata untuk tetap buka. Meskipun jumlah ada pembatasan tidak melebihi kapasitas.

Suhaib berharap tempat wisata yang masih buka dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat ini bisa memberikan angin segar bagi pelaku usaha wisata. Khususnya pengelola desa wisata ini bisa memberikan dan menumbuhkan tren ekonomi yang positif ditengah pandemi Covid 19.

Hal yang sama diungkapkan, Pengurus PWI Jombang, Bidang Ekonomi dan Pariwisata, Nurul Hidayat menilai tempat wisata harus tetap buka. Ini memberikan tren ekonomi bisa tumbuh positif. Masyarakat sekitar bisa mendapatkan income dari penjualan produk yang ditawarkan disekitar lokasi wisata.

“Seperti di kawasan Wonosalam, banyak potensi wisata yang harus terus digali. Dan juga produk perkebunan di kawasan itu. Wisatawan boleh datang asal tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.@Obi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun