LENSAINDONESIA.COM: Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya telah melakukan reses pada 30 April hingga 7 Mei 2021. Berbagai aspirasi dari masyarakat ditampung oleh para anggota dewan, baik terkait masalah ekonomi, sosial, kebijakan-kebijakan Pemerintah Kota Surabaya ataupun permasalahan lainnya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Josiah Michael mengungkapkan, saat reses bahwa dirinya mendapat permintaan khusus dari warga. Permintaan itu adalah untuk melakukan pendampingan pengembangan perekonomian.

Salah satu permintaan warga, kata Josiah, adalah mengajarkan digital marketing untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Upaya pendampingan perekonomian itu dilakukan untuk kembali melakukan stabilisasi ekonomi warga. Terutama bagi perempuan dan pelaku UMKM.

“Selama reses saya berkeliling dan menerima aduan warga. Ternyata, ada aduan sekaligus permintaan untuk mengajarkan digital marketing bagi bisnis mereka,” ujar Josiah, Jum’at (07/05/2021).

Melalui pelajaran digital marketing itu, lanjut Josiah, diharapkan mampu meningkatkan pemasukan dan pendapatan warga. Terlebih, pada masa pandemi, segala hal dilakukan secara daring.

“Dengan digital marketing ini, warga bisa memasarkan produknya lebih banyak. Dengan pasar yang lebih luas. Sehingga bukan hanya mendapatkan keuntungan, namun juga konsumen yang jadi langganan,” terang politikus PSI ini.

Digital marketing yang akan diajarkan Josiah, rencananya berkisar pada cara memotret produk mengunggah di sosial media, menggunakan marketplace, dan juga memanfaatkan WhatsApp untuk lebih dekat dengan pelanggan. Nanti, digital marketing itu diajarkan secara berkala.

“Kemarin saya berkunjung ke beberapa tempat. Mereka sendiri yang minta digital marketing. Di antaranya warga Benowo dan Lakarsantri. Saya senang mereka nggak nyerah. Mereka bisa mengembangkan perekonomian sendiri pada masa pandemi,” ujar Josiah.@ADV