LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti mendorong optimalisasi pembelajaran tatap muka (PTM) bisa segera dilakukan oleh sekolah-sekolah yang telah di-assesment oleh Pemerintah Kota.

Menurut Reni, setiap sekolah di Surabaya sudah mengelar simulasi hasilnya cukup menggembirakan. Sebab, proses PTM tidak hanya didukung sarana prasarana yang baik tapi juga pola pembelajaran yang mengedepankan protokol kesehatan (prokes) COVID-19.

Karena itu, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini terus mendorong dan mendukung sekolah, baik SMP maupun SD di Kota Surabaya untuk menyiapkan PTM. Persiapan harus dioptimalkan, apalagi sudah ada 300 sekolah yang dilakukan assesment.

Meski begitu, Reni tetap bersikeras untuk melakukan peninjauan secara langsung ke SMPN 6 Surabaya dan SMP Giki, dua sekolah yang telah lolos assesment. Ia ingin memastikan persiapan di sekolah berjalan optimal dengan sistem pembelajaran yang efektif dan penerapan prokes secara ketat.

“Dari simulasi di kedua sekolah itu, saya berharap PTM bisa segera dimulai dengan lancar. Kami juga mengapresiasi dinas pendidikan, lantaran bisa mempersiapakan PTM dengan baik,” kata Reni dalam keterangan tertulisnya, Rabu (05/05/2021).

Guna mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan, menurut Reni perlu dibentuknya Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 secara mandiri di setiap sekolah. Sehingga ada pengawasan pada penerapan Prokes. Mulai dari siswa datang, sebelum masuk kelas, saat di kelas, saat di lingkungan sekolah hingga siswa pulang lagi semua dapat terkontrol karena adanya Satgas COVID-19 Mandiri di Sekolah.

Reni berharap agar pihak sekolah, tenaga pendidik dan orang tua bersinergi dengan baik. Sekolah juga sudah meminta persetujuan orang tua sebagai syarat pelaksanaan PTM. Ia menyampaikan sekolah tetap menyediakan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.

Menurut Reni, PTM tak perlu harus menunggu datangnya tahun ajaran baru. Dirinya berharap PTM dapat digelar sesegera mungkin. Secara bertahap PTM menurut Reni sudah dapat dimulai secara bertahap usai lebaran Idhul Fitri 2021. Karena menurutnya persiapan PTM sudah sangat baik dilakukan oleh tiap sekolah.

“PTM tak perlu menunggu tahun ajaran baru Juli. PTM secara bertahap bisa dimulai setelah Lebaran. Di sinilah fungsi Satgas COVID-19 untuk memberikan lampu hijau sekolah,” ujarnya.@ADV