LENSAINDONESIA.COM: Petak umpet atau yang dikenal oleh masyarakat Jawa dengan nama “Delikan”, merupakan salah satu permainan tradisional yang populer di masyarakat. Aturannya pun sederhana: Sembunyi dan Cari!

Kamu pernah memainkannya? Permainan ini adalah permainan sejuta umat. Tak hanya di masyarakat Jawa, permainan ini dikenal hampir di seluruh penjuru dunia, dengan namanya masing-masing. Di Indonesia, masyarakat Sunda mengenal permainan ini dengan nama Ucing Sumput, sedangkan di Sulawesi Utara disebut Baka-baka sambunyi.

Sementara itu, masyarakat di Dunia Barat seringkali menyebutnya sebagai Hide and Seek. Berbeda dengan di Yunani, mereka mengenalnya sebagai Kryfto. Permainan petak umpet ini dikenal juga di Spanyol dengan nama El Escondite. Dikenal juga sebagai Jeu de cache-cache oleh masyarakat Prancis, Machboim di Israel, Masyarakat Korea Selatan memainkannya dengan nama Sumbaggoggil, dan di Rumania disebut De-av-ati ascunselea.

Belum ada informasi pasti, siapa yang menciptakan permainan ini. Namun, konon permainan ini sudah ada sejak abad ke-2 Masehi. dimana Julius Pollux, seorang penulis Yunani, menyebutkan tentang sebuah permainan pada masa itu, yaitu “Podidraskinda”, yang mana memiliki cara permainan yang mirip dengan petak umpet yang dikenal saat ini.

***

Delikan (Jawa) :

Masyarakat Jawa yang mengenal Petak Umpet ini dengan nama “Delikan”, memainkannya dengan cara: Semua pemain berkumpul terlebih dahulu, kemudian melakukan hompimpa/undian, untuk menentukan siapa yang menjadi penjaga benteng dan pencari pemain lain yang bersembunyi. Lalu, penjaga benteng menutup mata sembari melakukan hitungan untuk memberi waktu pemain lain mencari tempat aman untuk bersembunyi.

Saat hitungan selesai, permainan dimulai. Saat penjaga benteng menemukan pemain yang bersembunyi, dia harus segera berlari menuju benteng, sambil meneriakkan nama pemain yang ditemukan itu. Tak jarang, penjaga harus beradu lari dengan pemain yang ketahuan, sebab kalau pemain tiba di benteng terlebih dulu, dia lolos dari kemungkinan menjadi penjaga selanjutnya. Selain itu, penjaga benteng harus mencari semua pemain atau menyerah dengan mengatakannya secara keras.

Pemain yang “tertangkap” oleh penjaga benteng, harus melakukan hompimpa untuk menentukan siapa penjaga selanjutnya. Seperti itu seterusnya.

Baka-baka sambunyi (Sulawesi Utara) :

Tak berbeda jauh dengan “Delikan”, masyarakat Sulawesi Utara memainkan “Baka-baka sambunyi” dengan cara: Semua pemain melakukan undian dengan hompimpa terlebih dahulu, sebanyak orang yang ikut bermain. Setelah tersisa dua pemain, barulah keduanya melakukan suten, untuk mendapatkan siapa yang harus jaga blengko. Sembari menutup mata, penjaga blengko harus melakukan hitungan seperti yang disepakati bersama. Kemudian, dia harus mencari pemain lainnya yang tengah bersembunyi.

Oro (Nigeria) :

Petak Umpet versi Nigeria yang disebut “Oro” ini, dimainkan dengan cara yang sedikit berbeda: Pemain yang bertugas mencari, terlebih dahulu berdiri di tengah lingkaran besar yang telah digambar di pasir dan menyuruh pemain lain untuk bersembunyi. Kemudian, pencari melangkah keluar dari lingkaran, untuk mencari dan menemukan pemain lain yang bersembunyi, dan kemudian pemain lain yang ditemukan tersebut harus segera lari sembari dikejar oleh pencari, menuju ke dalam lingkaran agar aman.

***

Permainan Petak Umpet biasanya dimainkan pada sore hari, dan selesai ketika matahari terlihat hampir tenggelam. Hingga saat ini, permainan tradisional tersebut masih sangat dikenal di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia. @Limad