LENSAINDONESIA.COM: Layanan maksimal diberikan Pemerintah Kabupaten Madiun kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI). Melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Madiun, Pemkab memfasilitasi penjemputan 13 orang PMI yang telah selesai menjalani masa karantina di Surabaya, Minggu (16/5/2021).

Penjemputan 13 orang PMI dari beberapa negara asal kerja yaitu 2 orang dari Taiwan, 4 orang dari Singapura, 6 orang dari Hongkong dan 1 orang PMI pria dari Malaysia.

Tiba sekitar pukul 15.30 WIB di Kabupaten Madiun, 13 PMI tersebut diserahkan ke Shelter Karantina Penanganan Covid- 19 di Sanggar Pramuka di Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Mereka disambut oleh Direktur Shelter sekaligus sebagai Camat Jiwan, Widodo, S.H., M.H dan Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Kabupaten Madiun, Hengky Sukarno, S.Sos. 13 PMI tersebut akan di karantina terlebih dahulu di shelter selama 3 hari.

Sebelumnya para PMI telah menjalani tes PCR dan hasil keluar sehari sebelum hari kepulangan.

“Ya, di sana (Taiwan) juga test PCR,” jelas Lia Eka Wardani, PMI di Taiwan yang merupakan warga Desa Krandegan, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun.

Setibanya di tanah air, para PMK tersebut kembali menjalani tes swab dan karantina selama 2 hari di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Maka para PMI ini menjalani 3 kali proses tes PCR ataupun swab dan 3 kali masa karantina untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Sesuai prosedur, (PMI) harus dikarantina 14 hari sejak menginjakkan kaki di tanah air, di Provinsi 2 hari, di sini (Shelter Kabupaten Madiun) 3 hari, sisanya di desa masing-masing,” terang Widodo.

Sesampainya di desa masing-masing, proses karantina PMI akan dipantau oleh Kepala Desa setempat.

Sebagai informasi, 13 PMI tersebut merupakan warga dari 11 desa yang menjadi bagian dari 6 kecamatan. Adapun rinciannya yaitu: 4 orang warga Kecamatan Kebonsari, 3 orang dari Kecamatan Gemarang, 3 orang warga Kecamatan Dagangan, 1 orang warga Kecamatan Geger, 1 orang Kecamatan Wungu dan 1 orang warga Kecamatan Saradan.

Widodo berharap, semua PMI yang telah dijemput dan sampai di sini (Shelter Kabupaten Madiun) dan di tes PCR lagi hasilnya negatif.

“Mudah-mudahan tidak ada yang terkonfirmasi positif (Covid- 19),” harapnya.

Orang nomor satu di Kecamatan Jiwan tersebut menuturkan, untuk PMI yang menjalani karantina di Sanggar Pramuka Kecamatan Jiwan harus mematuhi peraturan yang telah diterapkan.

“Harus mentaati peraturan yang ada di sini (Shelter), tidak boleh keluar, dijenguk tidak boleh. Tapi fasilitas, Alhamdulillah tercukupi,” pungkas Widodo.

Setelah diperbolehkan pulang, PMI diharapkan dapat melakukan karantina mandiri terlebih dahulu di rumah masing-masing.

Sebagai informasi, ini merupakan kali ke 14 Disnaker Kabupaten Madiun melakukan penjemputan terhadap PMI dari Surabaya. @Limad