LENSAINDONESIA.COM: Baru sehari buka, wisata Kolam Renang Penataran di kawasan wisata Candi Palah Penataran Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar harus ditutup mulai 19-24 Mei 2021 nanti untuk mencegah penularan COVID-19.

Padahal,  Surat Edaran (SE) Bupati No. 331/211/409.208/2021 tentang Peniadaan Aktivitas Tempat Wisata Seni dan Budaya di Tempat Umum Selama Libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah yang dikeluarkan pada H-1 lebaran sudah berakhir pada Senin 17 Mei 2021 kemarin.

Selain Kolam Renang Penataran, wisata religi Syekh Muhammad Al Baqir (Syech Subakir) yang berada satu lokasi dengan Museum Penataran juga dilarang beroperasi.

“Kolam renang penataran adalah milik pemerintah Kabupaten Blitar, sehingga regulasinya mengikuti arahan dari pemerintah daerah, tadi ada himbauan dari Bupati saat beliau sidak untuk menutup sementara kolam renang, karena berbagai pertimbangan,” kata Wahyudi, pengelola Kolam Renang Penataran, Selasa (18/05/2021).

Sejumlah pedagang di lokasi wisata ini pun mengeluhkan kebijakan Bupati Blitar Rini Syarifah yang dikeluarkan secara mendadak setelah melakukan sidak di Kolam Renang Penataran pada Selasa 18 Mei pagi tadi.

Para pedagang yakin, penghasilan mereka langsung menurun drastis akibat kebijakan ini.

Pedagang juga mengaku bakal rugi. Sebab mereka sudah terlanjur mengeluarkan modal untuk belanja dagangan tetapi karena adanya SE tersebut, warung-warung mereka terpaksa harus tutup selama seminggu.

“Jika kondisi pelarangan buka usaha terus dilakukan tanpa ada solusi konkrit dari para pihak terkait, kami yang bergantung hidup dari usaha yang selama ini menjadi ujung tombak perekonomian keluarga, kami sangat kesulitan untuk bertahan hidup,” kata Luluk, seorang pedagang yang telah 10 tahun membuka warung di kawasan wisata Kolam Renang Penataran.

.Wahyudi menyampaikan, sebagai pengelola kolam renang, dirinya merasa prihatin dengan nasib para pedagang yang selama ini mencari nafkah di area wisata penataran.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak dinas pariwisata semoga ada solusi positif agar seluruh komponen di area wisata ini dapat bertahan di masa pandemi COVID-19,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Kelembagaan dan Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Parwisata Kabupaten Blitar Arinal Huda menjelaskan, bahwa SE Bupati 331/211/409.208/2021 tersebut bukan untuk menutup destinasi wisata. Namun, penutupan lokasi wisata tersebut merupakan rangkaian diberlakukannya kembali PPKM mikro ke-VI.

Huda menyatakan, pengelola destinasi wisata di kabupaten Blitar memperbolehkan membuka aktivitas pariwisatanya dengan sejumlah syarat. Salah satu syarat ini adalah tidak ada zona merah di lingkungan RT/RW destinasi wisata tersebut.

“Pengelola pariwisata bisa proaktif berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait supaya agenda pencegahan COVID-19 di kabupaten Blitar berjalan baik. Imbauan Bupati, khusus kolam renang tutup sampai 24 Mei 2021,” ujarnya.@Anam

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun