LENSAINDONESIA.COM: Konflik antara Israel dan Palestina kian memanas. Serangan Israel ke Palestina yang menewaskan banyak warga sipil, mendapatkan kecaman dari berbagai negara, terutama Turki.

Konflik kedua negara ini terjadi ketika pasukan Israel menyerang Al-Aqsa. Kemudian pasukan Palestina, Hamas menembakkan roket sebagai bentuk balasan atas serangan sebelumnya. Namun, pasukan Israel pun tak tinggal diam dengan adanya serangan tersebut. Sebagai negara yang terkenal dengan kecanggihan teknologi-nya, Israel mengaktifkan Iron Dome untuk menangkal serangan roket dari pasukan Hamas.

Apa itu Iron Dome?
Mengutip dari Financial Express, Iron Dome atau Kubah Besi bila diterjemahkan secara langsung, merupakan salah satu teknologi paling canggih yang dimiliki oleh Israel, merupakan sistem pertahanan udara yang dirancang untuk menghalau dan menghancurkan serangan roket jarak pendek dan roket artileri yang dinilai membahayakan wilayah penduduk.

Kubah Besi dengan sistem yang mempunyai tingkat keberhasilan hingga 90% tersebut, memiliki radar untuk membantu dalam melacak dan menghancurkan rudal atau sistem udara apapun yang akan memasuki wilayah Israel. Selain itu, Iron Dome dikatakan memiliki kemampuan segala cuaca yang dapat berfungsi siang dan malam.

Proyek Iron Dome pertama kali dikembangkan oleh Israel Aerospace Industries dan Rafael Advanced Defense Systems pada tahun 2007. Dikembangkannya sistem pertahanan ini menyusul terjadinya serangan 4.000 roket dari militer Hizbullah pada wilayah utara Israel yang mengakibatkan jatuhnya korban sebanyak 44 orang pada tahun sebelumnya (2006).

Bagaimana Iron Dome mencegah serangan misil?
Jika terjadi serangan, Iron Dome akan memantau pergerakan serangan menggunakan radar dan memprediksi titik jatuhnya. Pusat kendali akan menghitung titik intersep, dan memerintahkan peluncuran sebelum misil lawan mencapai area penduduk. Setiap peluncur dilengkapi 20 rudal Tamir dengan hulu ledak jarak dekat, dan ditempatkan di seluruh negeri. Saat misil lawan masuk ke dalam area tembak, Iron Dome diluncurkan, dan akan menyasar target yang ada di sekitarnya.

Dari berbagai sumber menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara ini memiliki harga yang sangat mahal, untuk satu buah rudal pencegat Iron Dome memiliki harga US$150.000 atau sekitar Rp2,1 miliar. Sedangkan, satu unit Iron Dome seharga US$100 juta atau sekitar Rp1,4 triliun. Lantaran harga rudalnya yang fantastis, Pemerintah Israel hanya menggunakan Iron Dome ini ketika ada serangan rudal yang menyasar ke pemukiman. Satu unit Iron Dome diperkirakan bisa menjaga wilayah seluas 150 kilometer persegi. @D’Mas