LENSAINDONESIA.COM: XL Axiata mencatat trafik selama Ramadan hingga Lebaran Idul Fitri tahun ini melonjak 35 persen dibanding periode yang sama tahjn lalu. Serta 15 persen dibanding hari biasa sebelum Ramadan.

Hal tersebut. terpantau dari Customer Experience & Service Operation Center di XL Axiata Tower, Jakarta.

Kendati berlaku larangan mudik, trafik di kota-kota yang biasanya menjadi tujuan utama mudik tetap meningkat. Halnya, trafik pemakaian layanan data di Jawa Timur meningkat sebesar 10%.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa mengatakan, pola konsumsi masyarakat atas layanan telekomunikasi dan data pada periode liburan Idul Fitri tahun ini kembali dipengaruhi adanya larangan mudik dan berbagai pembatasan mobilitas di tingkat lokal.

“Eforia masyarakat saat merayakan Lebaran dan mengisi liburan dengan melakukan perjalanan wisata juga tidak terlalu tinggi. Ini berpengaruh pada kenaikan trafik yang masih tidak setinggi saat sebelum pandemi dan mudik lebaran masih belum dilarang. Kami bersyukur bisa melayani masyarakat saat merayakan Lebaran tahun ini dengan lancar dan hampir tanpa ada gangguan,” paparnya dalamnketerangan resmi yang diterima Lensaindonesia.com, Selasa (19/05/2021).

Ia menambahkan, pola penggunaan berbagai jenis layanan data bagi pelanggan XL Axiata selama libur Lebaran ini menamapkkan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan sarana digital untuk berbagai keperluan sehari-hari.

“Selama Ramadan dan Lebaran, trafik layanan didominasi streaming yang mencapai 85%, disusul social network sebesar 8%. Pada layanan streaming, sejumlah aplikasi mengalami kenaikan trafik pemakaian signifikan, halnya layanan berbasis gim kenaikan trafik rata-rata hingga 142%, Netflik naik 50%, YouTube naik 13% dan Spotify naik 9%,” terang Gede.

Untuk layanan Instant Messenger, lanjutnya, trafik layanan WhatsApp naik 21%. Pada layanan Social Network, trafik Twitter meningkat16%. Layanan lainn juga melonjak diantaranya belanja online melalui e-commerce meningkat hingga 65%, sedangkan web browsing naik 15%.

Untuk layanan video conference Zoom, meski mulai dimanfaatkan masyarakat untuk bersilaturahmi, namun karena ada libur sekolah dan cuti karyawan maka trafik pemakaiannya relative stagnan cenderung menurun.

“Bahkan, untuk layanan peta atau penunjuk rute jalan seperti Google Map dan Waze juga tidak terlalu tinggi diakses sebab adanya kebijakan larangan mudik,” ungkapnya.

Lonjakan trafik layanan secara nasional selama Ramadan dan Lebaran dibandingkan trafik hari biasa sebelumnya, berturut-turut terjadi di Jawa Tengah dengan kenaikan sebesar 12%, Jawa Timur 10%, dan Jawa Barat 7%.

Di luar Jawa, trafik pemakaian layanan di wilayah Sumatera Bagian Utara secara rata-rata naik sebesar 5%, Sumatera Bagian Selatan 8%, Kalimantan 3%, Sulawesi 10%, Bali-Lombok-Sumbawa 2%.

Sementara itu, dari area kota/kabupaten, secara nasional, tiga kota/kabupaten dengan kenaikan trafik tertinggi adalah Sampang 44%, Bangkalan 40%, dan Brebes 28%.

Khusus di Jawa Timur, trafik tertinggi berturut-turut di dominasi sejumlah area di Madura yakni Kabupaten Sampang, naik 44%, Bangkalan, naik 40%, dan Pamekasan, naik 33%. Area dan kota-kota yang sebelumnya dikenal sebagai tujuan mudik dan wisata selama libur Lebaran juga tetap menunjukkan kenaikan trafik seperti Kabupaten Malang yang naik 12% dan Kabupaten Banyuwangi naik 16%.

“Seperti tahun lalu larangan mudik dan pembatasan pergerakan masyarakat sudah diberlakukan, kenaikan trafik kembali terjadi di area pemukiman/perumahan. Kenaikan trafik rata-rata secara nasional di area perumahan mencapai sekitar 6%. Kenaikan trafik tertinggi terjadi di perumahan di wilayah Jakarta Barat yang mencapai 25%, Jakarta Utara sebesar 22% serta Bogor sebesar 16%”, tutup Gede.@Rel-Licom