LENSAINDONESIA.COM: Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Madiun menggelar Sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SD dan SMP tahun ajaran 2021/2022 di Gedung Adi Wiyata, Kamis (20/5/2021).

Agenda sosialisasi PPDB tersebut dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No.1 tahun 2021 tentang PPDB.

“Pelaksanaan PPDB ini, kami (Disdik) sudah memiliki payung hukum yaitu Peraturan Walikota No. 24 tahun 2021 tentang PPDB yang terbit tanggal 18 ( Juni) kemarin,” terang Slamet Hariyadi, S.Pd., Kepala Bidang Kurikulum Disdik Kota Madiun.

Berikut jalur-jalur yang bisa digunakan oleh siswa untuk mengikuti PPDB tahun ajaran 2021/2022 yaitu :

Jenjang Sekolah Dasar (SD) :

  1. Zonasi (70% dari pagu siswa yang disediakan sekolah),
  2. Afirmasi (15%),
  3. Perpindahan tugas orang tua (5%),
  4. Luar zonasi (10%).

Jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) :

  1. Zonasi (50% dari pagu siswa yang disediakan sekolah),
  2. Afirmasi (5%),
  3. Perpindahan tugas orang tua (5%),
  4. Prestasi (30%), prestasi akademik dan non-akademik.
Slamet Hariyadi, S.Pd. (Kabid Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Madiun)

Untuk diketahui, bagi peserta didik yang akan menggunakan jalur afirmasi namanya wajib terdaftar di DTKS (Data Terpadu Keluarga Sejahtera) yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial Kota Madiun. Dan bagi peserta didik yang akan mendaftar SMP dengan jalur prestasi, disarankan untuk datang terlebih dahulu ke kantor Disdik, dengan membawa piagam penghargaan atas prestasi yang diraih dan rekomendasi dari sekolah asal guna mendapatkan rekomendasi dari Disdik yang akan diterbitkan pada tanggal 2-4 Juni 2021.

Sedangkan untuk pendaftaran online akan dibagi menjadi dua tahap, yaitu :

Tahap pertama PPDB dengan jalur afirmasi, perpindahan tugas orang tua, dan prestasi yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-17 Juni 2021.

Tahap kedua adalah PPDB jalur zonasi yang akan dilaksanakan tanggal 22-24 Juni 2021. Peserta didik berkesempatan memiliki 3 pilihan sekolah pada semua jalur PPDB yang digunakan. Apabila gagal diterima oleh ketiga sekolah pilihan, maka berkesempatan mendaftar di sekolah swasta.

PPDB dengan menggunakan beberapa jalur ini, diharapkan mampu mengedukasi masyarakat bahwasanya seluruh sekolah yang ada di kota Madiun adalah sekolah berkualitas baik.

“Mari masyarakat kota Madiun dan sekitarnya, semua sekolah di Madiun itu sama (bagus), kami (Disdik) telah memberikan pelatihan ke semua guru menggunakan Standar Penjaminan Mutu (SPM),” tutup Slamet Hariyadi di akhir penjelasannya.

Sebagai informasi tambahan, bahwa pemerintah Kota Madiun melalui Disdik telah menginstruksikan dimulainya Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal tahun ajaran 2021/2022 menggunakan metode Outdoor Learning. @Limad