LENSAINDONESIA.COM: Militer Israel dan Hamas dari Palestina resmi memulai gencatan senjata sejak pagi tadi.

Kabinet Israel membenarkan bahwa sudah dikeluarkan keputusan untuk menyetujui gencatan senjata dengan Hamas, yang mulai berlaku hari Jumat (21/05/2021) pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Pemberlakuan gencatan senjata itu mengakhiri 11 hari pertempuran yang telah berlangsung selama 11 hari. Tercatat lebih dari 240 orang tewas dalam pertempuran tersebut, sebagian besar merupakan warga di Gaza Palestina.

Warga di Gaza, Pelestina merayakan pengumuman gencatan senjata ini dengan aksi turun jalan. Mereka mengibarkan bendera Palestina sambil membuyikan klakson mobil.

AFP melaporkan, bahwa perayaan tersebut juga terjadi di wilayah Tepi Barat, Palestina.

Sedangkan di Israel, gencatan senjata ini terlihat tidak adanya lago bunyi suara sirine tanda tembakan roket dari Hamas.

Dalam situasi ini, baik Israel maupun Hamas Palestina saling mengklaim memenangkan pertempuran.

“Ini adalah eforia kemenangan,” kata Khalil al-Hayya, seorang pejabat senior Hamas, di depan kerumunan ribuan warga Palestina di Gaza yang merayakan gencata senjata.

Sedangkan Israel dalam pernyataanya mengatakan kampanye udaranya telah membuat pencapaian “yang belum pernah terjadi” di Gaza, wilayah yang diblokade Israel sejak 2007 atau sejak dipimpin Hamas.

“Pimpinan politik menekankan bahwa kenyataan di lapangan lah yang akan menentukan masa depan operasi tersebut,” lanjut pemerintah Israel.

Pernyataan yang dikeluarkan kabinet Israel sebelumnya menyebutkan bahwa gencatan senjata itu diusulkan oleh Mesir dan akan berlaku secara “mutual dan tanpa syarat”.

Presiden Mesir mengatakan ia akan mengirim delegasi yang akan memantau penerapan gencatan senjata di lapangan.

Pejabat Hamas, Osama Hamdan, dalam wawancara dengan kantor berita Associated Press mengatakan gencatan senjata dimulai pada Jumat pukul 2.00 dini hari.@LI-13