LENSAINDONESIA.COM: Aquascape adalah seni merangkai dan mendekorasi pemandangan di dalam akuarium, yang meliputi berbagai ornamen, seperti tanaman, batuan dan kayu, dan sebagainya. Bentuk air terjun (waterfall) merupakan salah satu jenis ornamen yang paling diminati. Harganya pun bervariatif mulai dari Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta rupiah.

Di tengah Pandemi Covid-19 ini, animo masyarakat terhadap hobi yang satu ini mengalami lonjakan yang cukup tinggi. Terlihat dengan banyaknya pembeli yang datang pada saban harinya di lapak milik Santoso yang berada di Pasar Ikan Srijaya, atau Utara Pasar Burung Srijaya, Kota Madiun.

Santoso, merupakan salah satu aquascaper kota Madiun. Dirinya mengaku sudah 3 tahun menggeluti hobi dan bisnis aquascape ini.

Santoso mengaku, di masa awal pandemi tahun 2020, ia mampu meraup omzet hingga Rp 75 juta rupiah per bulan.

“Di tahun 2021 ini mengalami penurunan, sekitar Rp 30 juta per bulan,” ujarnya saat dijumpai Lensaindonesia.com, Sabtu (22/5/2021) pagi.

Menurut Santoso, aquascape bukanlah hobi yang rumit hanya membutuhkan beberapa metode atau teknik yang harus diterapkan, seperti penggantian air dan pencahayaan.

Berawal dari hobi inilah, Santoso kemudian berani menerima pesanan. Sedikit demi sedikit, dia pun berusaha untuk mencukupi kebutuhan para pelanggannya, hingga sekarang ini yang berkembang pesat.

“Yang penting pelanggan suka,” ucapnya.

Saat ini, Aquascape telah mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Madiun. Hal tersebut terwujud dengan diadakannya pelatihan untuk para penggemar aquascape oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kota Madiun.

Santoso berharap, kontes-kontes Aquascape dapat diadakan kembali, seperti yang pernah diadakan sebelum masa pandemi.

“Pesan saya untuk mereka yang masih mengawali melakukan Aquascape, yang penting adalah ketelatenan dan ketelitian,” pesan Santoso. “Aquascape itu menyenangkan, bisa ngadem (mendinginkan pikiran),” tambahnya. @Limad