LENSAINDONESIA.COM: Sebelumnya, alami kerugian sejak tahun 2012, kini PT Krakatau Steel (Persero) Tbk berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp326 miliar dengan capaian laba operasi mencapai Rp2,4 triliun di tahun 2020.

Atas capaian tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir mengapresiasi manajemen Krakatau Steel yang berhasil melakukan turn around perusahaan usai 8 tahun berturut-turut merugi. Dan pencapaian ini terjadi saat masa pandemi COVID-19.

“Krakatau Steel telah berhasil merestrukturisasi dan transformasi dengan baik. Saya yakin kinerja Krakatau Steel akan semakin baik ke depannya,” tutur Erick dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (26/05/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim menyampaikan, restrukturisasi dan transformasi yang berdampak pada efisiensi serta peningkatan produktivitas sangat berpengaruh pada perolehan laba Krakatau Steel di tahun 2020.

Merujuk pada inisiatif efisiensi, Perseroan mampu menurunkan biaya operasional di tahun 2020 dari Rp4,8 triliun di periode tahun 2019 menjadi Rp2,8 triliun atau penurunan biaya operasional sebesar -41%.

Penurunan ini terjadi pada biaya energi yang menurun sebesar 46% menjadi sebesar Rp295 miliar, penurunan biaya utility sebesar 27% menjadi Rp564 miliar. Sementara biaya consumable dan sparepart masing-masing menurun 61% dan 59% menjadi Rp230 miliar dan Rp65 miliar.

“Krakatau Steel yang semakin efisien dan produktif, kami menjadi lebih kompetitif untuk melakukan aktivitas usaha kami yang berdampak pada peningkatan kinerja. Apalagi kami melakukan berbagai kolaborasi dan kerja sama dalam pengembangan bisnis kami, sehingga peluang meluaskan pangsa pasar menjadi lebih terbuka,” tegas Silmy.

Kinerja Krakatau Steel juga meningkat dari capaian EBITDA atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation & Amortization, yang semakin membaik. Di tahun 2020 Krakatau Steel mampu membukukan EBITDA sebesar Rp1,09 triliun, dari sebelumnya EBITDA minus Rp1,92 triliun di tahun 2019.

“Krakatau Steel mini semakin membaik kinerjanya. Kami menargetkan pendapatan meningkat 43% untuk tahun 2021 yakni sebesar Rp28 triliun. Dengan segala perbaikan fundamental ini, kami yakin Krakatau Steel mampu mempertahankan keuntungan untuk di tahun-tahun mendatang,” pungkas Silmy.@mp,Eld-Licom