LENSAINDONESIA.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali melaksnakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) untuk menjaring mahasiswa baru jurusan kedokteran dan farmasi pada Minggu (30/05/2021).

UTBK yang diikuti ribuan peserta itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan (Prokes) dan keamanan super ketat. Itu mengingat pandemi COVID-19 kunjung usai.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru (UPT PMB) UMM, Dr Saiman, MSi mengatakan, ada sebanyak 1.007 pendaftar pada UTBK gelombang pertama ujian jurusan kedokteran dan farmasi ini.

Karena itu, tidak hanya dalam hal protokol kesehatan saja yang dibuat super ketat. Namun, juga keamanan untuk menghindari kecurangan yang mungkin terjadi.

“Para peserta diminta untuk mengganti masker lama dengan masker baru yang sudah kami siapkan. Jumlah peserta dalam satu ruangan juga dibatasi 13-15 peserta saja. Begitupun dengan handsanitizer serta sarung tangan bagi pengawas ujian,” terangnya.

Sementara dari sisi keamanan, Saiman mengatakan sudah menyiapkan tim internal. Mereka terdiri dari para sekuriti dan eksternal yang bekerja sama dengan kepolisian.

Keduanya akan memeriksa ruangan serta para peserta demi kelancaran UTBK.

“Kami juga sudah menyiapkan metal detector yang akan digunakan sesaat sebelum ujian dimulai,” terangnya.

Tim panitia juga sudah menyiapkan bus dan mobil untuk kepentingan peserta ujian untuk berjaga-jaga ketika hujan turun sehingga tidak menghambat pelaksanaan UTBK di hari tersebut.

Prof. Dr. Syamsul Arifin, M.Si. selaku Wakil Rektor I UMM menjelaskan bahwa ujian berbasis komputer ini dilangsungkan khusus menyeleksi calon mahasiswa kedokteran dan farmasi.

“Sementara jurusan lainnya memiliki sistem yang berbeda. Baik melalui prestasi akademik maupun non akademik serta hasil rapot,” tuturnya.

Syamsul juga mengatakan bahwa proses seleksi, khususnya jurusan kedokteran dilaksanakan dengan ketat. Hal itu tidak lepas dari ketentuan pusat yang membatasi kuota mahasiswa sebanyak 150 mahasiswa untuk kedokteran.

Makanya, dia juga mengapresiasi usaha dari tim teknis. Sebab, mereka sudah bekerja semaksimal mungkin demi kelancaran UTBK kali ini.

“Soal dan sistem yang sudah disusun sedemikian rupa InsyaAllah bisa meminimalisir kecurangan dan kemungkinan adanya joki. Jadi bisa dipastikan aman dan bisa dipertanggung jawabkan,” tegasnya.

Ia berharap seleksi seperti ini dapat terus dipertahankan UMM. Sehingga  bisa dilaksanakan juga untuk menjaring mahasiswa di jurusan lainnya. Disebutkan seperti Psikologi dan Ilmu Komunikasi yang memiliki banyak peminat.

“Itu karena FK dan Farmasi UMM telah memiliki reputasi yang baik di mata pemerintah dan masyarakat. Kedua jurusan sudah diakui, baik dari segi input, output bahkan juga outcome,” pungkas Syamsul.@aji

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun