LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menitipkan sejumlah pesan saat acara Muswil IX DPW PPP Jawa Timur di Surabaya. Khofifah yang menyatakan dirinya lama dibesarkan di PPP ini menyatakan Indonesia terus membutuhkan PPP untuk mengawal negeri.

“Negara ini butuh PPP, karena mengawal negeri ini dengan penuh kesantunan. Mengawal negeri yang mayoritas penduduknya beragama islam dengan membangun Islam yang rahmatan lil alamin,” ujar Khofifah dalam sambutannya saat Muswil PPP Jatim di Hotel Novotel Samator Surabaya, Senin (31/05/2021).

Posisi konflik kemarin di tubuh PPP, lanjut Khofifah, dinilai bisa menjadi pembelajaran yang luar biasa dalam keluarga besar PPP. “Sudah selesai perbedaan-perbedaan yang memungkinkan munculnya friksi. Maka kepada seluruh kader di bawah, saya rasa mereka butuh semangat untuk dikonsolidasikan. Konsolidasi akan terus ditingkatkan sebagai pendidikan kader politik di PPP,” tagsnya.

Partai yang berlambang Ka’bah ini disebut harus bisa menghadirkan ruh Rahmatan Lil Alamin. “Dan ruh PPP, saya dulu dibesarkan di PPP ini. Yaitu menghadirkan ruh Rahmatan Lil Alamin itu menjadi pergerakan ruh PPP. Menghadirkan sesuatu yang memberi rahmat untuk seluruh alam,” pungkas Gubernur Khofifah.

Sementara, Wakil Ketua Umum DPP PPP Zainut Tauhid mengatakan Muswil hakikatnya permusyawaratan tertinggi di tingkat provinsi. Dengan tugas memilih kepengurusan baru untuk periode mendatang.

“Muswil tugasnya memilih kepengurusan baru, kemudian meyusun program kerja di tingkat provinsi dan nantinya ada pernyataan politik dari pengurus wilayah,” imbuhnya.

Sementara, Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer menegaskan bahwa pelaksanaan Muswil bakal berjalan dengan baik sesuai aturan AD/ART dan Peraturan Organisasi PPP.

“Kami akan menjalannkan Muswil dengan sesuai mekanisme partai dalam hal ini AD/ART dan PO (Peraturan Organisasi) yang mengatur tentang pelaksanaan permusyawaratan, baik itu Muktamar, Muswil, Muscab sampai di tingkat ranting. Sistem harus ditaati. Memakai sistem Ahlul Halli Wal Aqdi, yakni dengan tim formatur.

Tim Formatur terdiri dari 7 orang (1 dari DPP, 1 dari DPW dan 5 dari DPC). Sehingga dalam Muswil PPP Jatim tidak memilih langsung ketua, tapi menentukan Tim Formatur yang menyusun kepengurusan untuk lima tahun kedepan.

“Setelah dibentuk Tim Formatur, baru nanti proses pemilihan siapa saja calon ketuanya akan dijalankan. Batas waktunya sampai 20 hari,” tandasnya.

Terkait sejumlah nama calon ketua yang beredar di Muswil IX PPP Jatim, di antaranya Ra Latif (Bupati Bangkalan), H Rofik (Anggota DPRD Jatim), Munjidah Wahab (Bupati Jombang). Termasuk, nama Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa’ Noer bisa maju menjadi incumbent meskipun sudah menjabat selama dua periode.

“Andaikata ada deskresi turun dari DPC-DPC (PPP), saya (Ketua DPW PPP Jatim) bisa maju lagi jadi incumbent. Tapi itu kalau ada deskresi. DPP sebenarnya tidak memperbolehkan dua periode kepengurusan maju kembali, tapi kalau ada deskresi bisa saja. Kalau memang itu turun, saya siap saja,” tutup pria yang juga Anggota DPRD Jatim ini.@sarifa