LENSAINDONESIA.COM: Terkait kasus penganiayaan jurnalis Tempo, Nurhadi, Komnas HAM RI meminta Kapolda Jatim melaksanakan pemeriksaan secara transparan, profesional, dan akuntabel.

Permintaan Komnas HAM tersebut tertuang pada surat untuk Kapolda Jatim yang tembusannya diterima oleh Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Sasmito.

Isi surat tertanggal 25 Mei 2021 tersebut, menjelaskan 4 poin yang diminta oleh Komnas HAM RI. Kapolda Jatim juga diminta memberi sanksi tegas kepada para pelaku jika terbukti melakukan penganiayaan terhadap jurnalis nurhadi.

“Dan tidak terbatas pada sanksi etik, tetapi juga sanksi pidana,” berikut isi surat yang ditandatangani Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Komnas HAM RI, M CHoirul Anam yang dikutip Lensaindonesia.com, Selasa (01/06/2021).

Tak hanya itu, Komnas HAM juga meminta Kapolda jatim memberikan keterangan dan menyampaikan hasil pemeriksaan kasus tersebut kepada Komnas HAM RI paling lambat 14 hari sejak surat diterima, dan mencegah agar peristiwa serupa tidak terulang lagi di masa mendatang.

M Fatkhul Khoir, kuasa hukum Jurnalis Nurhadi menyampaikan, surat dari Komnas HAM tersebut semakin menegaskan bahwa kekerasan yang menimpa jurnalis Nurhadi pada 27 Maret 2021 di Surabaya merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia.

“Jurnalis sendiri sebagai human right defender (pembela hak asasi manusia) juga rentan menjadi korban kekerasan itu sendiri. Ini yang semoga tidak selalu berulang. Kerja-kerja jurnalistik dilindungi oleh undang-undang,” tandasnya.

Djuir, panggilan akrab Fatkhul Khoir juga menjelaskan, penyidik mengaku kepadanya jika sudah melakukan pelimpahan berkas tahap 1 dalam kasus kekerasan terhadap jurnalis Nurhadi.

“Namun, yah baru 2 tersangka (Purwanto dan Firman) yang kabarnya sudah dilimpahkan. Sementara terduga pelaku lainnya belum. Kami juga belum mendapat SP2HP-nya,” tutur Djuir.

Djuir pun mendesak agar Kapolda Jatim menginstruksikan kepada bawahannya yang menangani kasus ini untuk profesional dan mengungkap dan menangkap para pelakunya. Menurutnya, sudah terang benderang dalam kasus ini banyak terduga pelaku yang terlibat, termasuk sosok ‘bapak’ yang disebut-sebut tersangka Firman dan Purwanto saat di Hotel Arcadia.

“Semua keterangan dan alat bukti yang menunjukkan keterlibatan pelaku lain sudah kami sampaikan ke penyidik. Dan saat rekonstruksi juga sudah kami sampaikan. Maka kami minta agar mereka semua diusut dan penyidik tidak hanya berhenti pada 2 tersangka ini,” pungkasnya.@Rel-Licom