LENSAINDONESIA.COM: Polda Jatim memastikan protokol kesehatan (Prokes) sesuai Standar Prosedur Operasional (SOP), di Bandara Internasional Juanda selalu ketat demi mencegah penularan Covid-19.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, SOP Prokes ini bahkan telah diberlakukan sebelum terbentuknya Satgas Repatriasi pada 26 April 2021 lalu.

Penumpang yang datang di Bandara Juanda juga dilakukan pengecekan suhu tubuh, pengisian kartu kewaspadaan kesehatan atau Electronic – Health Alert Card (E-HAC).

Apabila ada yang terdeteksi menunjukkan gejala Covid-19, maka langsung dibawa ke rumah sakit rujukan, untuk dilakukan tes swab PCR dan selanjutnya dikarantina bila hasilnya positif.

“Kemudian diarahkan ke Asrama Haji untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan dilakukan karantina terpusat selama dua hari, dan dilakukan Swab. Jika positif maka akan dirujuk ke RS yang menangani Covid-19,” terangnya, Sabtu (5/6/2021).

Kombes Gatot menambahkan, setelah para penumpang menjalani karantina di Surabaya, mereka melanjutkan karantina selama 3 hari yang terpusat di kabupaten atau kota, dan di hari kelima akan dilakukan swab tes PCR kedua.

“Bila positif di rujuk ke Rumah Sakit Covid daerah, bila negatif akan dipulangkan ke rumah masing-masing, untuk lakukan isolasi mandiri dan dilakukan pengawasan oleh petugas PPKM Mikro,” tambahnya.

Untuk diketahui, Satgas Repatriasi telah terbentuk sejak 26 April 2021 lalu. Di dalam Satgas tersebut ada Pangdam V Brawijaya, Wadan Satgas 1 Kapolda Jatim dan Wadan Satgas 2 Sekda Prov Jatim.

Setelah terbentuk Satgas tersebut, maka seluruh penumpang atau pelaku perjalanan Internasional baik Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun non PMI, Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA), yang datang melalui Bandara Juanda selalu diperiksa sesuai dengan SOP.

Data yang dihimpun Polda Jatim per Jumat (4/6/2021) kemarin, sebanyak 12.547 Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan 223 WNA telah masuk di Jatim. Total keseluruhan ada 12.770 kedatangan dengan rincian 10.979 orang dari Jatim dan 1.791 orang dari luar Jatim.

Sedangkan untuk yang masih menjalani karantina di Asrama Haji Sukolilo ada 628 orang. Sebanyak 11.862 orang telah dipulangkan ke daerahnya masing-masing karena hasil tes swab PCR menunjukkan negatif.

Sebanyak 150 orang telah dinyatakan positif Covid-19, dengan rincian 70 orang masih menjalani perawatan dan 80 orang telah dinyatakan sembuh. @wendy