LENSAINDONESIA.COM: Menindaklanjuti Peraturan Pemerintah terkait perpanjangan masa pemberlakuan PPKM Mikro mulai tanggal 1-14 Juni 2021 di Indonesia.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap rantai penyebaran Covid-19.

Bupati Hj Mundjidah Wahab mengatakan penerapan PPKM Skala Mikro di Kabupaten Jombang membuahkan hasil yang sangat positif dan bagus, hal itu ditengarahi justru mengalami penurunan kasus Covid 19 seusai Hari Raya Idul Fitri.

“Kemarin jumlahnya sebanyak 36 orang yang terpapar Covid-19, bahkan ketika Hari Raya Idul Fitri menunjukkan penurunan dengan jumlah 24 orang. Mudah-mudahan jumlahnya semakin turun,” kata Bupati Jombang dikutip lensaindonesia.com, Sabtu (05/06/2021).

Dijelaskan Bupati Mundjidah, perpanjangan PPKM skala mikro sendiri melihat zonasi, dan jikalau banyak zona merah, maka aktivitas akan dikurangi. Kabupaten Jombang sendiri saat ini berada di zona kuning. Sehingga pembejalaran tatap muka sesuai ketentuan boleh diberlakukan, namun dengan tetap pengawasan dan protokol kesehatan yang ketat.

“Kabupaten Jombang saat ini masuk zona kuning, makanya sudah diberlakukan pembelajaran tatap muka serta kegiatan usaha juga sudah dimulai, tetapi harus tetap disiplin menerapkan Protokol Kesehatan,” tegasnya.

Sejauh ini, masyarakat Kabupaten Jombang sangat taat dalam melaksanakan anjuran Pemerintah seperti disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi aktifitas diluar, serta melakukan vaksinasi.

“Alhamdulillah, sudah 11 Kecamatan di Kabupaten Jombang yang masuk dalam zona hijau tidak ada satupun yang terpapar Covid-19. Walaupun Jombang sudah berada di zona kuning, kita harus tetap waspada, supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan contohnya seperti di India,” terangnya.

Bupati Mundjidah menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan serta melakukan vaksinasi. Saat ini total keseluruhan yang sudah melaksanakan vaksin mencapai 48 persen, 2 persen untuk memenuhi kekurangan vaksinasi di tahap pertama sedangkan 50 persen lagi untuk vaksinasi tahap dua.

“Mayoritas masyarakat antusias melaksanakan vaksinasi, buktinya dengan banyaknya masyarakat yang melakukan vaksinasi membuat kekebalan tubuh semakin bagus serta menunjukkan penurunan angka rantai persebaran Covid-19,” pungkasnya.@Obi

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun