LENSAINDONESIA.COM: Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkalan ditutup untuk sementara sejak Sabtu 5 Juni 2021 kemarin.

Penutupan IGD ini karena ada 18 orang tenaga medis dan karyawan lainnya dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana mengakui, bahwa di Kabupaten Bangkalan saat ini sedang mengalami peningkatan kasus COVID-19. Bahkan, salah seorang dokter spesialis radiologi dari RSUD tersebut dikabarkan meninggal.

“Di Bangkalan, terjadi peningkatan kasus, dan benar, direktur RSnya mengatakan karena ada dokter spesialis radiology yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif, sehingga mereka mulai Sabtu menutup IGDnya,” terangnya, Minggu (06/06/2021).

Kendati demikian, Herlin belum bisa memastikan berapa jumlah pasti nakes di Bangkalan, yang terkonfirmasi COVID-19 hingga menyebabkan IGD RSUD setempat ditutup untuk sementara waktu.

Namun, berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim per 5 Juni 2021, di Bangkalan sampai saat ini tercatat ada 1.754 kasus positif COVID-19, kemudian 1.520 telah dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia dan sebanyak 56 pasien masih dirawat.

Saat ini Bangkalan masih dalam peta risiko berada di zona kuning dengan risiko rendah.

Meningkatnya kasus tercatat COVID-19 ini ditengarai tingginya mobilitas masyarakat dari luar Bangkalan saat menyambut momen Idul Fitri. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan prokes juga rendah.

“Kalau kami lacak, kedatangan mudik ini, kelihatannya mudik dari provinsi lain yang masuk ini berarti ada yang tidak terdeteksi. Saat tiba gak ada gejala, lalu belum bisa terdeteksi karena masih [inkubasi], tapi karena lama di daerah itu berapa hari, tidak disiplin prokes, itu yang menyebabkan,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi ledakan pasien COVID-19 yang semakin besar apabila tak segera dilakukan penanganan. Herlin tengah berkoordinasi dengan sejumlah kepala rumah sakit di Surabaya.

Ini dimaksudkan untuk bersiap menjadi tempat rujukan pasien dari Bangkalan.

Surabaya dipilih karena jaraknya yang dekat dengan Bangkalan, selain itu kapasitas RS di Kota Pahlawan ini juga dinilai masih rendah sehingga bisa menampung pasien dari luar daerah.

“Pokoknya yang jangkauannya mendekati Bangkalan itu yang kami minta siap-siap. Kalau lihat kondisi bed occupancy rate (BOR) RS Surabaya relatif bagus sebetulnya,” pungkasnya.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun