LENSAINDONESIA.COM: Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyiagakan tenaga medis di pintu masuk Surabaya melalui Jembatan Suramadu.

Penyekatan jalur ini karena saat ini di Kabupaten Bangkalan, Madura tengah terjadi lonjakan COVID-19.

Para tenaga medis yang disiagakan sejak pukul 10.00 WIB melakukan tes swab kepada pengguna jalan dari Madura yang akan masuk ke Kota Surabaya.

Setiap pengendara yang dites COVID-19 diminta menunjukkan KTP untuk dilakukan pendataan. Sedangkan pengendara yang berasal dari Madura juga dimintai surat keterangan bebas COVID-19.

Apabila tak bisa menunjukkan, mereka diimbau menjalani swab tes antigen di dalam tenda dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, yang telah berdiri di sekitar area tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, langkah ini merupakan antisipasi yang dilakukan kepolisian bersama Pemkot Surabaya, menyusul adanya peningkatan kasus penularan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan.

“Karena ada peningkatan kasus positif di Madura, kami melakukan swab antigen di Suramadu, yang arah Madura. Bersama Pak Wali Kota Surabaya juga,” katanya, Minggu (06/06/2021).

Untuk diketahui, Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bangkalan ditutup untuk sementara, sejak Sabtu 5 Juni kemarin, karena 18 orang yang bekerja sebagai tenaga medis dan karyawan lainnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Herlin Ferliana mengungkapkan, di Kabupaten Bangkalan sedang mengalami peningkatan kasus COVID-19. Bahkan, salah seorang dokter spesialis radiologi dari RSUD tersebut dikabarkan meninggal.

“Di Bangkalan, terjadi peningkatan kasus, dan benar, direktur RSnya mengatakan karena ada dokter spesialis radiology yang meninggal, lalu ada beberapa nakes juga terkonfirmasi positif, sehingga mereka mulai Sabtu menutup IGDnya,” terangnya, Minggu (06/06/2021).

Berdasarkan data Satgas Penanganan COVID-19 Jatim per 5 Juni 2021, di Bangkalan tercatat ada 1.754 kasus, kemudian 1.520 telah dinyatakan sembuh, 178 meninggal dunia dan sebanyak 56 pasien masih dirawat.

Saat ini Bangkalan masih dalam peta risiko berada di zona kuning dengan risiko rendah.

Meningkatnya kasus COVID-19 di Bangkalan ditengarai tingginya mobilitas masyarakat dari luar kota saat momen Idul Fitri kemarin. Selain itu, tingkat kepatuhan masyarakat menerapkan prokes juga rendah.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun