LENSAINDONESIA.COM: Setelah melakukan rangkaian pertandingan uji coba pertama menghadapi tim lokal, Tim Bola Voli Indoor Putri Jawa Timur akan menjajal kekuatan Tim Bola Voli Putri Jawa Barat.

Pelatih Tim Bola Voli Indoor Putri Jatim Taufik Hidayat menyampaikan, Tim Jabar menjadi pilihan karena dinilai memiliki pengalaman dan mejandang juara PON 2016. Sedangkan Tim Bola Voli Indoor Putri Jatim merebut medali perak. Karena itu tim putri Jatim wajib banyak belajar kepada tim Jabar.

“Mengapa? Karena Tim putri Jabar adalah juara bertahan. Mereka juara bola voli putri PON XIX di Jabar 2016, mereka tim terbaik di Indonesia,” jelas Taufik Hidayat di lapangan UNESA, Surabaya minggu (06/06/2021).

Selain juara bertahan tim Jabar asuhan Risco Herlambang ini diperkuat oleh tujuh pemain nasional. Antara lain Wilda Nur Fadilah, Retno Mutiara, Yasmin Nasifah, Putri Agustin, Vina Septiawati.

Dan yang lebih hebat lagi 85 persen squad PON Jabar ini adalah generasi Emas PON XIX-2016 Jabar.

“Jadi tidak salah jika Jatim harus berguru di Jabar. Jabar sekarang adalah kiblatnya bola voli indonesia khususnya putri,” imbuhnya.

Rencananya, tim Jatim berangkat ke Jabar 23 Juni mendatang. “Belajar keras di sana,” kata Taufik Hidayat.

Rencananya selama di jabar tim voli putri Jatim berujicoba dengan tim PON Jabar dan juga akan berujicoba dengan tim lokal lainnya.

Sementara itu, hasil pertandingan uji coba pertama Tim Bola Voli Indoor Putri Jatim dengan 5 tim lokal dinilai belum memuaskan. Sebab dari 5 kali uji coba, tim putri Jatim hanya meraih 3 kemenangan, yaitu saat menghadapi Tim Putra Gajah Mada Mojokerto, PBV Jenggolo Sidoarjo dan Tim Porprov Putri Kota Kediri. Sedangkan 2 uji coba lainnya kalah oleh UKM voli putra FIK UNESA.

Meski ujicoba tersebut dimodifikasi dengan 5 tim berbeda dan dengan format pertandingan resmi, belum membuat Yolana Betha cs tampil memuaskan. Pasalnya tiga kemenangan yang di raih tim putri Jatim hanya dengan tim yang tiga level di bawahnya.

Permainan Yolana Betha cs belum seperti yang di harapkan. Pemain masih sering melakukan kesalahan mendasar mulai receive, block serta spike. Ini karena baru kali ini mereka melakukan ujicoba resmi setelah 6 bulan latihan.

“Pelatih akan dengan cermat mengevaluasi perjalanan tim menuju pertandingan resmi menuju pentas akbar PON XX – 2021 di Papua September hingga Oktober mendatang,” pungkas Taufik Hidayat.@fredy