LENSAINDONESIA.COM: Guna menyamakan pemahaman masyarakat terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun 2021, Dewan Pendidikan Kota Surabaya (DPS) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya dan lensaindonesia.com mengadakan Seminar Daring (Webinar).

Webinar yang akan berlangsung pada Selasa 8 Juni 2021 pukul 13.00 WIB digelar guna menyosialisasikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dilakukan di sekolah swasta dan menghilangkan dikotomi yang keliru terkait PPDB sekolah swasta dan negeri.

Para tokoh Surabaya maupun di Jawa Timur akan hadir menjadi pembicara webibar bertema “Menakar Kesiapan Sekolah Swasta Menghadapi PPDB 2021 dengan Mengakselerasi Peningkatan Mutu Pendidikan di Surabaya” ini.

Mereka diantaranya; Prof. Dr. Jusuf Irianto, Mcom (Guru Besar Manajemen SDM Universitas Airlangga), Drs. Supomo, M.M (Kepala Dispendik Kota Surabaya), Juli Poernomo Slamet, S.T (Ketua Dewan Pendidikan Surabaya) Fatchur Munir, S.Psi, M.PSDM (Psikolog), Arief Rahman, S.T, MM (Ketua AMSI Jawa Timur sekaligus Pemimpin Umum lensaindonesia.com) dan Drs. Wiwik Wahyuningsih, MM (Perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah SMP Swasta).

Webinar akan dipandu Dr. Ir. Endang Setiyati, M.T selaku moderator dan Bendahara Dewan Pendidikan Surabaya.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Juli Poenomo menyampaikan, webinar ini akan dibahas terkait kesiapan sekolah swasta guna menghadapi PPDB 2021. Selain itu akan dibahas secara mendetail terkait sistem yang dilakukan dalam seleksi PPDB tersebut. Sehingga dapat membenarkan anggapan yang salah terhadap sekolah swasta. Termasuk pandangan buruk masyarakat terhadap sekolah swasta. Karena menurutnya, Sekolah di sekolah swasta ataupun negeri sama saja karena memiliki tujuan yang sama.

“Webinar ini akan kita angkat seutuhnya terkait PPDB baik swasta maupun negeri dengan berpedoman dengan aturan yang berlaku,” jelas Juli saat dihubungi lensaindonesia.com Senin (07/06/2021).

Pembahasan terkait PPDB akan dibahas dari berbagai sudut pandang mulai dari aspek. Mulai dari lembaga, finansial, akreditasi, maupun infrastruktur semua akan dibahas. Sehingga masyarakat dapat lebih paham perbedaan dan persamaan antara sekolah swasta dan negeri. Apalagi banyak masyarakat yang beranggapan bahwa untuk masuk sekolah swasta harus bayar.

“Banyak sudut pandang dari lembaga, finansial, akreditasi, infrastruktur. Mana yang lebih krusial maka akan kami sampaikan. Sehingga masyarakat paham (perbedaan dan persamaan,red) sekolah swasta dan negeri,” ungkapnya.

Menurut Juli, tujuan akhir atau goal yang ingin dicapai dari digelarnya webinar ini adalah agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama untuk memajukan. Sehingga pembelajaran di Surabaya secara khusus dan Indonesia secara umum dapat terjadi pemerataan. Dengan begitu apapun sistemnya tidak akan ada masalah dalam penerapannya.

“Kalau pembelajarannya sudah merata, apapun sistem mekanisme apapun yang dilakukan tidak ada yang salah,” terangnya.

Oleh karena itu Juli mengajak masyarakat agar peduli terhadap dunia pendidikan. Jangan hanya menganggap pendidikan hanya sebagai pelengkap. Karena menurutnya Pendidikan itu hingga akhir hayat. Tak harus di lebaga pendidikan seperti TK,SD, SMP, SMA, hingga pendidikan tinggi.

“Untuk masyarakat, mari sama-sama peduli terhadap dunia pendidikan. Jangan menganggap dunia pendidikan sebagai pelengkap, tapi jadikanlah pendidikan sebagai kebuhan primer, seperti halnya kesehatan. Karena pendidikan tidak ada putusnya hingga akhir hayat, kalo boleh saya katakan anytime anyway anywhere,” paparnya.@Budi