LENSAINDONESIA.COM: Komitmen Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Madiun dalam memperbaiki kualitas udara di kota Madiun, diwujudkan dalam pelayanan uji emisi gratis untuk pemilik kendaraan bermotor yang dilaksanakan dari hari Senin (7/6/2021) hingga akhir Juni 2021 ini. Kantor Kelurahan Kartoharjo menjadi lokasi pertama digelarnya kegiatan tersebut.

“Hari ini hari pertama di tahun 2021 untuk uji emisi kendaraan bermotor baik roda 2 maupun roda 4,” ujar Kasie Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH kota Madiun Eko Djoko Soenarso, S. AP., Senin (7/6/2021).

saat ditemui Lensaindonesia.com di lokasi, Eko menjelaskan, uji emisi ini diselenggarakan sebagai bentuk mitigasi untuk mengetahui kondisi emisi kendaraan bermotor pribadi masyarakat yang berkaitan dengan standar baku mutu yang ada. Kegiatan ini juga mengajak pengguna kendaraan bermotor untuk lebih peduli pada kualitas udara serta dampak bagi lingkungan hidup yang ada disekeliling kita.

“DLH melakukan Uji petik emisi kendaraan bermotor yang ‘bersliweran’ di kota Madiun. Monitoring kondisi motor apakah layak sesuai Permen Lingkungan Hidup nomor 5 tahun 2006 tentang Ambang Batas Emisi Gas Buang Kendaraan bermotor,” terangnya.

Rencananya uji emisi tersebut akan dilaksanakan di beberapa titik lokasi, antara lain di sejumlah kelurahan di Kota Madiun, titik tepi jalan dan perkantoran.

Setidaknya ada 40 unit kendaraan bermotor yang berhasil dilakukan pengujian emisi di hari pertama ini. Selain itu, pihak DLH kota Madiun juga memberikan souvenir cantik, bagi pemilik kendaraan yang di uji emisi.

Adapun langkah pertama dalam proses uji petik emisi kendaraan bermotor adalah mesin kendaraan dinyalakan, lalu ditambah laju gasnya sampai tertinggi selama 5-10 detik, kemudian perlahan mengurangi laju gas hibgga pada posisi stasioner. Lalu sensor dimaksukkan ke saluran buang gas (knalpot) yang sudah terkoneksi dengan smokemeter, alat pendeteksi kandungan asap pada kendaraan.

Dari 40 unit kendaraan berbahan bakar bensin, ada beberapa yang tak lulus uji emisi, hal ini dikarenakan tidak memenuhi ambang batas kadar CO (karbon monoksida) dan Hidro Carbo (HC). Bagi kendaraan yang tidak lulus uji emisi gas buang, maka pihak DLH memberikan beberapa saran kepada pemilik kendaraan.

“Karena instansi kita DLH, kita sebatas memberi saran kepada pemilik kendaraan,” ucap Eko.

Beberapa anjuran bagi pemilik kendaraan bermotor yang tidak lulus uji emisi gas buang yaitu:

  • Menggunakan bahan bakar ramah lingkungan.
  • Melakukan servis rutin.
  • Melakukan tune up mesin.
  • Membersihkan saringan bahan bakar minyak secara rutin.
  • Mengurangi putaran mesin tinggi.
  • Memeriksa tekanan ban.
  • Melakukan spooring.
  • Mengganti suku cadang yang aus.

Dalam kegiatan ini, DLH juga bekerjasama dengan bengkel kendaraan bermotor terbaik di Madiun untuk memfasilitasi pemilik yang kendaraannya tidak lulus uji emisi guna melakukan servis motor dengan potongan biaya jasa.

Uji emisi tersebut, juga sebagai upaya pemerintah melalui DLH untuk meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan dalam merawat kendaraannya dengan baik, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Bagi kendaraan yang lulus emisi, DLH menempelkan stiker lulus uji emisi pada plat nomor kendaraan sebelah kiri. @Limad