LENSAINDONESIA.COM: Petugas Unit Reskrim Polsek Bubutan Surabaya menangkap dua orang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku asal Kabupaten Bangkalan, Madura itu adalah Jabir (24) dan Parhan (28). Mereka ditangkap saat melakukan pencurian motor di sekitar Tugu Pahlawan pada Rabu 2 Juni 2021 sekitar pukul 00.30 WIB.

Kanit Reskrim Polsek Bubutan AKP Olloan Manulang mengatakan, penangkapan ini bermula adanya laporan dari salah seorang warga Jl Sidotopo Lor yang kehilangan motor pada 16 April 2021 lalu.

Kemudian, saat anggotanya melakukan patroli rutin Kring Serse untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, tiba-tiba petugas melihat ada dua orang menunjukkan gelagat mencurigakan.

“Saat anggota sedang melaksanakan Kring dan Mobile di wilayah Polsek Bubutan melihat dua orang yang mencurigakan. Dia mondar-mandir, dan menengok ke kanan dan ke kiri, pada saat di lampu merah Tugu Pahlawan,” terangnya, Senin (07/06/2021).

Karena curiga, petugas lantas menghentikan kedua pelaku yang saat itu mengendarai Scoopy coklat L 6584 UE. kemudian petugas pun menggeledah dua pemuda tersebut.

Hasilnya, petugas menemukan alat pembuka magnet dan kunci L berikut 2 mata kunci yang telah dipipihkan dari saku Parhan.

Dari temuan benda yang identik dengan alat yang biasa digunakan pelaku curanmor itu, petugas pun menggelandang keduanya ke Polsek Bubutan guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil interogasi yang telah dilakukan, ternyata benar. Kedua pelaku mengaku pernah mencuri motor di Jl Sidotopo tepatnya di depan warung Giras 76 Surabaya. Selain itu, tersangka Parhan juga seorang residivis dengan kasus serupa.

“Mereka mengambil sepeda motor yang sedang diparkir di pinggir jalan, dengan membuka lubang magnet dengan pembuka magnet dan merusak kunci sepeda motor menggunakan kunci leter L. Setelah berhasil, kedua tersangka langsung menjualnya ke Tanah Merah. Parhan sudah pernah menjalani hukuman di Polrestabes Surabaya dalam perkara Pasal 363 KUHP dengan hukuman 1 tahun penjara,” ungkap AKP Olloan Manulang.

Kepada petugas Parhan juga mengakui, jika dirinya pernah melakukan pencurian motor di SPBU Suramadu dan di Jl randu. Dia mengincar kendaraan matic lantaran dia rasa lebih efisien ketika berhasil digondol.

“Di pom Suramadu dapat Beat laku Rp 2,5 juta. Kemudian di Randu dapat Beat juga laku Rp 2,9 juta. Saya jual ke Tanah Merah kepada P,” ungkapnya.

Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa 1 buah alat pembuka magnet, 1 buah kunci L berikut 2 mata kunci yang telah dipipihkan dan 1 unit Scoopy coklat L 6584 UE milik pelaku yang digunakan sebagai sarana pencurian.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaiman yang dimaksud dalam Pasal 363 Jo 53 KUHP, dan terancam dipenjara selama 4 tahun.@wendy