LENSAINDONESIA.COM: Bagi para pecinta kuliner pastinya tidak asing dengan “Roti Bluder”. Roti legendaris Kota Madiun yang terkenal dengan kelembutan rasa dan teksturnya. Satu yang paling terkenal dan melekat di hati masyarakat adalah “Bluder Cokro”. Tak hanya menasional, namun nama dan produk Bluder Cokro pun telah Go Internasional.

Erica Santoso

Berdiri sejak tahun 1989, dan terus berinovasi, membuat Bluder Cokro yang berpusat di Kota Madiun ini berkembang pesat, bahkan mendirikan pabrik-pabrik baru untuk ikut andil dalam menggerakkan perekonomian masyarakat dengan membuka lapangan kerja. Hal ini tampak nyata dari jumlah karyawan yang pada awalnya hanya 5 orang, saat ini mencapai ratusan orang.

Pesatnya perkembangan Bluder Cokro tak bisa dilepaskan dari tangan dingin sang General Manager Cokro Group, Erica Puspa Sari Santoso atau yang akrab dikenal dengan Erica Santoso. Masih seputar Hari Kartini dan Perempuan Indonesia, berikut wawancara Lensaindonesia.com bersama perempuan kelahiran Kota Surakarta, 10 Juli 1985 tersebut.

 

Bagaimana seorang Erica Santoso memaknai Hari Kartini?

Hari Kartini bagi saya selalu mengingatkan saya terhadap pesan dari almarhum Ayah, yang selalu mengingatkan pentingnya seorang perempuan memiliki pendidikan tinggi (tinggi tidak selalu tentang pendidikan akademik), karena mereka akan mendidik anak-anaknya dalam keluarga. Selain itu, menurut ayah saya, seorang perempuan haruslah tegar dan tangguh, karena perempuan itu diibaratkan sebagai leher bukan kepala. Tugasnya adalah menopang, mensupport, mengarahkan kepalanya. Maka di Hari Kartini ini mari kita para perempuan jangan pernah berhenti belajar dan terus berusaha menjadi penopang yang kuat.

 

Apa tantangan terbesar bagi Ibu Erica, sebagai seorang perempuan sekaligus Owner dan General Manager dari salah satu perusahaan besar di Madiun?

Sebagai seorang perempuan, tentunya tantangan terbesar adalah membagi waktu antara saya yang memang workaholic, namun juga sekarang sudah dipercaya untuk mengurus 2 orang anak, dan juga tak lupa harus menjaga keharmonisan rumah tangga dengan suami. Membagi waktu antara perkejaan yang semakin kompleks, waktu dengan anak-anak dan quality time dengan suami haruslah berimbang dan tanpa menyampingkan me time, waktu untuk diri sendiri.

 

Bagaimana concern Ibu Erica pada pekerja perempuan?

Pekerja perempuan sangat kami banggakan di Bluder Cokro, mereka sanggat tangguh, loyal, ulet, tekun, tahan banting. Kami sama sekali tidaka ada concern dalam hal gender, hampir semua divisi memiliki team perempuan dan laki-laki.

 

Kalau diperkenankan untuk diketahui, berapa jumlah karyawan perempuan di Bluder Cokro?

Ada 88 orang perempuan dari total 283 karyawan di team Bluder Cokro.

 

Sejauh ini menururt Ibu Erica, bagaimana perkembangan emansipasi dan kesetaraan gender di Indonesia?

Pendapat pribadi saya dari lingkungan perempuan-perempuan disekitar saya, masih banyak yang beranggapan bahwa permepuan tidak perlu mengenyam pendidikan tinggi, secukupnya saja. Banyak tidak mau terus belajar karena biasanya juga sudah direpotkan dengan urusan anak. Padahal seperti yang saya sebutkan diatas, justru adalah penting bagi perempuan untuk memiliki pengetahuan dan pendidikan yang lebih, karena setiap hari kita merupakan guru yang ada di rumah, yang harus mengembangkan pribadi-pribadi yang berkualitas di rumah.

 

Apakah ada pesan dan harapan khusus dari Ibu Erica untuk perempuan Indonesia, khususnya Madiun?

Pesan saya untuk para perempuan di Indonesia, dan Madiun pada khususnya, jangan pernah berhenti belajar di mana pun anda berada dan kapan pun. Jadilah leher yang kuat, menjadi penopang dan support sistem yang kuat, untuk suami anda, untuk anak anda, untuk pimpinan atau perusahaan anda. Perempuan yang bisa diandalkan. @LI-Digimagz

 

*Foto: Dok. Pribadi Erica Santoso
*Berita ini menjadi Cover Story pada Lensa Indonesia Digimagz Volume 03 | Juni 2021