LENSAINDONESIA.COM: Sekolah Negeri seringkali menjadi incaran para calon peserta didik baru untuk melanjutkan pendidikannya. Hal itu tak terlepas dari pandangan masyarakat bahwa sekolah negeri lebih baik dibandingkan sekolah Swasta.

Menanggapi hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Program dan Pelaporan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya Tri Aji Nugroho, menyatakan, gagalnya calon peserta didik baru masuk sekolah negeri bukanlah akhir dari segalanya.

Aji mengungkapkan, banyak orang sukses yang tidak bersekolah di sekolah negeri. Karena, keberhasilan seseorang tergantung dari usaha orang itu sendiri.

“Ada banyak sekali orang-orang yang sukses yang tidak sekolah di sekolah negeri, itu banyak sekali. Sehingga jangan harus terpaku sekolahnya harus sekolah negeri karena semua tergantung dari kemampuan anak sendiri,” jelasnya dalam Webinar bertema “Menakar Kesiapan Sekolah Swasta Menghadapi PPDB 2021 dengan Mengakselerasi Peningkatan Mutu Pendidikan di Surabaya” yang diselenggarakan oleh Dewan Pendidikan Surabaya (DPS), Dispendik Kota Surabaya, dan lensaindonesia.com Selasa siang (08/06/2021).

Aji menyampaikan, bahwa para orang tua siswa tidak perlu khawatir keberatan membayar SPP jika anaknya hasrus menempuh pendidikan di sekolah swasta. Sebabm Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah menyiapkan bantuan berupa CSR, yang akan diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari Keluarga Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Selain itu Pemkot juga memiliki program orang tua asuh bagi kalangan MBR. Sehingga setiap anak di Surabaya diharapkan dapat terus bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

Di luar itu, program sister school yang telah digagas Pemkot diharapkan menjadi solusi guna meratakan mutu pendidikan di Surabaya, dimana nantinya siswa yang bersekolah disekolah yang mutunya lebih rendah dapat merasakan adanya sentuhan dari sekolah yang lebih bagus.

“Siswa tersebut akan merasakan sentuhan dari sekolah yang bagus, jadi diharapkan nantinya tidak ada siswa yang minder karena sekolah di sekolah swasta” terangnya.

Hal senada juga disampaikan Guru Besar Manajemen SDM Universitas Airlangga Surabaya Prof. Dr., Drs. H. Jusuf Irianto M.Com. Kata Prof Yusuf, masa depan setiap anak tidaklah ditentukan di mana dia bersekolah baik itu negeri ataupun swasta. Bahkan dirinya adalah lulusan sekolah SMA swasta. Namun dirinya tetap berhasil menjadi seorang guru besar di kampus ternama.

“Kita tunjukkan bahwa masa depan kita tidak ditunjukkan negeri atau swasta. Saya sendiri SMA saya swasta namun saya tetap bisa menjadi guru besar buktinya saya bisa ngajar wartawan, wali kota,” ungkapnya.

Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Juli Poernomo juga membenarkan bahwa sekolah negeri ataupun swasta itu adalah sama. Tiap sekolah baik swasta ataupun negeri memiliki 8 standart yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud). Selain itu, masing-masing sekolah sama-sama memiliki akreditasi yang sama, meski status akreditasinya berbeda sesuai dengan dokumen dan instrumen yang diusulkan kepada Badan Akreditasi Nasional. Sekolah swasta dan negeri pun memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan anak bangsa.

“Kalau menurut pandangan saya semua sekolah itu sama, karena memiliki 8 standart yang diatur dalam Permendikbud. Kemudian tiap sekolah ini memiliki akreditasi jadi tidak sembarangan, swasta negeri sama,” terangnya.

Sementara itu Perwakilan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Surabaya Timur Wiwik Wahyuningsih mengungkapkan, ketika siswa tidak berhasil masuk ke sekolah negeri, siswa tidak perlu berkecil hati. Karena menurutnya, bila seorang telah ditakdirkan untuk sukses maka sekolah negeri ataupun swasta tidak akan berpengaruh.

Di sekolah swasta orang tua siswa dapat memilih sekolah seperti apa yang diinginkannya untuk menyekolahkan anaknya. Termasuk berapa jumlah SPP yang harus dibayarkan.

“Orang tua bisa memilih apakah akan menyekolahkan anaknya disekolah yang agamis ataukah nasionalis, ataukah agamis-nasionalis semua dapat dipilih,” jelasnya.

Psikolog Fachrul Munir juga mengungkapkan, bahwa sekolah swasta memiliki keistimewaannya sendiri dalam memberikan pendidikan terhadap anak. Kata dia, sekolah swasta memiliki keunggulan dalam menangani Anak-anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan Anak Bermasalah.

Apalagi, sekolah swasta dapat mengembangkan potensi dan kemampuan yang dimiliki oleh setiap anak. Dimana setiap anak memiliki keunikan tersendiri yang menurutnya dapat dimunculkan dan dikembangkan di sekolah swasta.

“Seperti yang diungkapkan oleh Einstein, Setiap anak itu memiliki keunikannya tersendiri. Sekolah swasta memiliki peluang untuk memunculkan potensi dari keunikan yang dimiliki oleh anak tersebut. Apalagi sekolah negeri tak bisa merespon berbagai keunikan yang dimiliki oleh tiap anak tersebut,” paparnya.@Budi