LENSAINDONESIA.COM: Smart City (Kota Cerdas) merupakan visi pengembangan perkotaan untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), seperti menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota, dengan lebih efektif dan efisien guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakatnya.

Pada awalnya, konsep Smart City ini diciptakan oleh perusahaan IBM yang sebelumnya sempat menjadi bahasan para ahli dunia dengan berbagai istilah.

Smart City merupakan bagian dari implementasi Internet of things (IoT). Di Indonesia yang menjadi objek sasaran program tersebut adalah masyarakat, pemerintah, dan infrastruktur telekomunikasi modern kota. Dimana objek yang disebutkan diatas guna mendukung terwujudnya pertumbuhan ekonomi berkelanjutan yang menghasilkan kualitas hidup yang tinggi dengan manajemen yang bijaksana melalui pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat.

Sebagai informasi, konsep Smart City mulai dikembangkan di Indonesia pada tahun 2017 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, bekerja sama dengan kementerian lain. Hal ini guna menginisiasi gerakan menuju terciptanya 100 Smart City di tahun 2019, dan untuk mewujudkan Smart Nation.

Terdapat sejumlah kota di Indonesia yang telah mengaplikasikan program Smart City seperti DKI Jakarta, Bandung, Makassar, Yogyakarta, Surabaya, Medan, Padang, Banyuwangi dan beberapa kota lainnya.

Untuk Kota Madiun sendiri, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun menyambut baik program tersebut, dan telah melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika mengenai pelaksanaan Program Menuju 100 Smart City pada tahun 2018. Selanjutnya, Pada tanggal 9-10 Juni 2021 ini, Pemkot Madiun mengadakan Evaluasi Smart City di enam lokasi yang menjadi indikator pendukung program tersebut.

Berikut adalah enam indikator Smart City yang meliputi tata kelola birokrasi (Smart Governance), permukiman penduduk (Smart Living), lingkungan masyarakat (Smart Society), pemeliharaan lingkungan (Smart Environment), pencitraan (Smart Branding), dan tata kelola perekonomian (Smart Economy). @Limad