LENSAINDONESIA.COM: Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun berkomitmen untuk mewujudkan Kota Pendekar sebagai Smart City. Oleh karena itu, pembangunan di segala sektor terus dilakukan, baik infrastruktur fisik, digital, hingga sumber daya manusia. Beberapa proyek pun telah berhasil diwujudkan.

Terdapat enam dimensi sebagai syarat untuk menuju Smart City, yaitu tata kelola birokrasi (Smart Governance), permukiman penduduk (Smart Living), lingkungan masyarakat (Smart Society), pemeliharaan lingkungan (Smart Environment), pencitraan (Smart Branding), dan tata kelola perekonomian (Smart Economy).

Kian mantapnya komitmen itu tampak dalam Evaluasi Smart City di enam lokasi yang menjadi indikator pendukung program tersebut, yang digelar sejak kemarin, Rabu (9/6/2021) hingga hari ini, Kamis (10/6/2021).

Evaluasi dengan peninjauan lapangan tersebut dilakukan secara daring atau melalui zoom meet oleh Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, selaku tenaga ahli IT Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Untuk Smart Governance, telah dilakukan evaluasi dengan peninjauan lapangan di gedung Government Chief Information Officer (GCIO) Kota Madiun, Rabu (9/6/2021).

Sedangkan, untuk evaluasi kelima dimensi yang lain, dilaksanakan pada hari ini, Kamis (10/6/2021). Peninjauan lapangan Smart Economy digelar di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Madiun, yang dimulai pada pukul 09.00-10.00 WIB.

“Untuk Smart Economy, Diskominfo Kota Madiun dan Bappeda memilih Disnaker KUKM untuk mewakili dan mendampingi dalam evaluasi peninjauan lapangan ini,” terang Kasie Pemberdayaan Usaha Mikro Disnaker KUKM Kota Madiun, Angga Wahyu Nurcahyo, S.E. “Kami akan ajukan program unggulan kami untuk di evaluasi yaitu, Web Galeri Produk Unggulan UMKM Kota Madiun. Web ini berfungsi memfasilitasi pelaku usaha UMKM untuk memasarkan produknya,” tambahnya.

Kemudian, evaluasi dilanjutkan dengan peninjauan lapangan untuk Smart Environment di Kampung Iklim Rejomulyo, pada pukul 10.00-11.00 WIB. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menjadi perwakilan Pemkot Madiun dalam agenda tersebut.

“Proklim sebagai bentuk mitigasi lokal untuk mengatasi dampak perubahan iklim,” ujar Kasie Pencegahan Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH kota Madiun, Eko Djoko Soenarso, S. AP.

Berikutnya, peninjauan lapangan Smart Society dilaksanakan di Ngrowo Bening Edu Park, pada pukul 11.00 sampai dengan 12.00 WIB. Diwakili oleh Dinas Pendidikan Kota Madiun, evaluasi dimensi ini berbarengan dengan kegiatan Outdoor Learning yang dilakukan oleh sejumlah sekolah.

“Pada program Smart City tingkat Kota, itu ada enam dimensi yang dinilai, salah satunya adalah dimensi society, dimana ada di dalamnya tentang pendidikan” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Madiun, Drs. Utomo Sapto Nugroho, M.A. “Kemudian dari dimensi Smart Society, dimunculkan program atau kegiatan Quick Wins,” tambahnya.

Utomo Sapto juga mengatakan, dalam program Quick Wins tersebut yang diangkat adalah pengadaan laptop dan outdoor learning.

“Harapannya dengan penilaian ini, akan digali seberapa kemanfaatan dari program yang kita canangkan, baik program outdoor learning, maupun pengadaan laptop,” pungkasnya.

Dilanjutkan dengan Smart Living pada pukul 13.00-14.00 WIB. Pada agenda tersebut, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Madiun mengambil peran dalam program tersebut, dengan mengangkat Kampung Pesona Madiun Lor sebagai produk unggulan.

“Kampung Pesona ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi Kelurahan lain untuk membuat pengelolaan permukiman yang berwawasan lingkungan,” ucap Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Disperkim Kota Madiun, Budi Agung Wicaksono.

Dan terakhir, peninjauan lapangan Smart Branding yang diwakilkan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Madiun. Agenda kegiatan tersebut digelar di Pahlawan Street Center Kota Madiun, pada pukul 14.00-15.00 WIB. @Limad