LENSAINDONESIA.COM: Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur akan memberikan pengarahan kepada seluruh Forkopimda Kabupaten Bangkalan, termasuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, terkait penanganan COVID-19.

Pangdam V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengakui bila sejak awal minggu lalu terjadi lonjakan kasus COVID-19 aktif di Kabupaten Bangkalan yang signifikan, khususnya di wilayah Kecamatan Arosbaya dan Klampis.

“Ada beberapa ratus yang positif, Tapi ini angkanya bergerak terus. Kemudian dilakukan penyekatan baik yang dari sisi Madura maupun sisi Surabaya. Sudah tiga hari atau empat hari ini dilaksanakan penyekatan. Terlihat ada penurunan yang cukup signifikan,” paparnya, Rabu (09/06/2021).

Mayjend TNI Suharyanto menyebut, kasus meninggal akibat di Kabupaten Bangkalan saat ini sudah mengalami penurunan. Ia juga membantah bahwa banyak pasien meninggal akibat Corona dimakamkan tanpa protokol protokol COVID-19.

Ia menegaskan, pemakaman jenazah pasien COVID-19 dilaksanakan sesuai dengan protokol yang sudah ditentukan.

“Jadi tidak benar kalau sampai terjadi puluhan, bahkan ratusan yang meninggal dan dimakamkan tanpa mengikuti protokol COVID-19 tidak seperti itu. Nanti datanya juga akan disampaikan oleh Bupati Bangkalan secara resmi, tapi saya pastikan bahwa angkanya sudah mulai menurun,” tegasnya.

Mayjend Suharyanto berharap, meski varian baru COVID-19 sudah masuk di Jatim, semua masyarakat dapat mendukung dan membantu doa semoga permasalahan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan bisa segera diatasi.

“Ada beberapa kasus varian dari Inggris, varian dari Afrika Selatan, yang ditemukan dari para PMI pekerja migran Indonesia yang kembali dari ke Jawa Timur, tapi itu pun bisa dideteksi dan telah dilaksanakan treatment atau perawatan pengobatan rumah sakit atau di rumah sakit dr. Soetomo Surabaya,” terangnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, Forkopimda Jatim beserta seluruh jajaran di Kabupaten Bangkalan, telah melakukan 3T yakni testing, tracing dan treatment.

Kemudian terkait dengan masalah testing dan tracing yang dilaksanakan di Suramadu, itu menjadi bagian strategi.

Selama beberapa hari ini testing dan tracing yang dilaksanakan di penyekatan itu dinilai membawa dampak, terkait dengan kepatuhan masyarakat terhadap 5M, sehingga dapat meredam ledakan pasien terkonfirmasi positif SARS-CoV-2.

“Baik orang yang menyeberang, ataupun orang yang melakukan kegiatan di sekitaran Bangkalan ini, khususnya Arosbaya dan Klampis. Ini kami mohon pada masyarakat, ayo patuhi 5M, dan kita juga ikuti kegiatan 3T yang sudah dilaksanakan. Ayo sama-sama kita laksanakan ini, mudah-mudahan ke depan bisa membaik,” pungkasnya.@wendy

 

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun