LENSAINDONESIA.COM: Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Aruti memberi sejumlah catatan pada Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji menjelang tepat 100 hari kerja memimpin Surabaya pada 7 Juni 2021.

Reni mengakui, 100 hari tentu tidak bisa menyelesaikan persoalan di Surabaya. Tapi secara umum, pelayanan publik sudah bisa dirasakan. Terlebih Wali Kota Eri Cahyadi juga berkantor di kelurahan untuk menyerap aspirasi warga tentang pelayanan Pemkot Surabaya.

“Penanganan COVID-19 dan geliat ekonomi di Surabaya mengalami tren yang membaik. Angka kasus COVID-19 di Surabaya juga tidak melonjak,” ujar Reni dalam keterangan pers, Minggu (30/05/2021).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengatakan, penanganan COVID-19 yang baik dari Pemkot Surabaya bisa dilihat dari data kasus COVID-19 pasca libur Hari Raya Idul Fitri. “Kegiatan vaksinasi dan swab test juga berjalan dengan baik,” katanya.

Meski demikian, Reni memiliki sejumlah catatan atau persoalan yang perlu dicarikan solusi oleh kepala daerah. Persoalan tersebut adalah angka pengangguran di Surabaya masih tinggi.

“Masih ada warga Surabaya yang kondisi ekonomi masih sulit. Masih ada juga UMKM yang masih lesu. Penanganan UMKM memang sudah bagus. Tapi itu butuh proses jadi tidak bisa otomastis,” katanya lagi.

Catatan lain dalam pendidikan, Reni mengatakan pada Juni mendatang merupakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pertama wali kota baru.

Menurut Reni, ada dua persoalan sering muncul, yakni ada warga di kecamatan tertentu yang tidak ada pilihan sekolah negeri.

“Misalnya di kecamatan tertentu sekolah negeri sedikit, sehingga untuk bisa masuk ke sekolah negeri berebut. Peluang masuk sekolah negeri kecil. Sebaran sekolah negeri yang perlu mendapat perhatian,” ujarnya pula.

Persoalan pendidikan lainnya adalah distribusi sekolah di SMP negeri dan swasta yang timpang. Reni berharap PPDB tahun ini bisa lebih baik. “Kami berharap dua persoalan itu biasa diatasi,” katanya lagi.

Selain itu, persoalan lainnya yang perlu mendapat perhatian adalah masalah banjir yang masih sering terjadi di Surabaya.

“Pembangunan infrastrukrur pada saat pandemi tidak ada yang besar. Tapi ada pekerjaan yang sudah dilakukan dengan mengedepankan prioritas,” katanya pula.

Persoalan transportasi juga menjadi catatan Reni. Ia berharap biaya atau ongkos naik Surabaya Bus yang selama ini menggunakan sampah plastik nantinya bisa juga dengan uang.

“Katanya ini tengah disiapkan. Tapi tentu dengan perubahan pelat nomor bus dari merah menjadi kuning,” kata dia.

Terakhir, Reni berharap semoga kinerja Wali Kota-Wakil Wali Kota, Eri-Armuji semakin baik. “Warga semakin cerdas, mana kepala daerah yang bekerja dengan sungguh-sunguh sesuai janjinya saat kampanye. Kami akan mensupport untuk kebaikan Surabaya,” katanya.@adv