LENSAINDONESIA.COM: Subagiyo (52) oknum Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gresik menjadi otak penyerobotan tanah seluas 17,5 hektare di Jl Manukan Wetan, Surabaya.

Saat ini Subagiyo bersama tiga rekannya, Djerman Prasetyawan (49), Samsul Hadi (52), Andrian (DPO) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Mafia Tanah, Unit Harda Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Jhonny Edison Isir mengatakan, tersangka Subagiyo berperan menyiapkan konsep mulai dari Ikatan jual beli (IJB) di notaris, dan menyiapkan berkas gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya.

“Konsep ikatan jual beli (IJB) di Notaris, menyiapkan berkas melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Surabaya, tersangka S yang menyiapkan. Selain itu, dia juga turut menandatanganinya,” terang Isir saat gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (10/06/2021).

Para tersangka, ungkap Isir, juga mempunyai peran masing masing, mulai dari mencari tanah yang akan dikuasai, menyediakan pihak pihak yang dapat diajak bekerja sama hingga melakukan gugatan, hingga pengukuran bidang.

“Konsep dan berkas yang tidak benar sudah disiapkan, hingga melakukan gugatan di Pengadilan. Hasil putusan itu yang diajukan hingga keluar nomor Induk Bidang (NIB) dan peta Bidang,” tambahnya.

Sementara itu. Kepala BPN Surabaya I Kartono Agustyanto yang turut hadir dalam gelar perkara mengatakan, ada mekanisme dalam melakukan pengukuran dan dikeluarkannya peta bidang yang dilaakukan pihaknya.

“Untuk melakukam pengukuran, itu ada mekanisme yang harus dilakukan hingga dikeluarkannya Peta Bidang. Namun, meski sudah dikeluarkan, hal itu tidak serta merta sudah menjadi hak dari pada pemohon,” terang Kartono.

Disinggung adanya dugaan peran oknum BPN yang terlubat dalam kasus penyerobotan tanah warga seluas 17,5 hekatare tersebut, Kartono mengaku menjadi domain kepolisian untuk melakukan penyelidikan.

“Terkait itu, kami serahkan sepenuhnya kepada Kepolisian untuk mengusutnya. Bila memang ada, kami akan mendukung untuk dilakukam proses sesuai hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Sementara Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian menambahkan, pihaknya masih terus melakukan penyidikam mafia tanah tersebut.

“Kami masih terus melakukan penyidikan, dan tidak menutip kemungkinan akan ada tersangka lain,” ungkapnya.

Disinggung tersangka Andrian selaku penyandang dana yang belum diamankan, Oki mengungkapkan pihaknya telah melakukan pengejaran.

“Sebelum ditetapkan sebagai tersangka, kami sudah mengirim dua surat panggilan terhadap A, namun tidak datang,” ucapnya.

“Karena tidak koorperatif dan sudah mengantongi bukti bukti atas perannya, statusnya kami naikam sebagai tersangka, dan saat ini anggota sedang melakukam pengejaran,” pungkasnya.@rofik