LENSAINDONESIA.COM: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka Seminar Nasional dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jatim 2021 di Hotel Royal Senyiur Prigen Pasuruan, Jumat (11/06/2021).

Gubernur dalam kesempatan tersebut juga mengisi Seminar Nasional Smart City Creative Government Membangun Ekosistem Digital, Cettar Demi Pembangunan Jawa Timur.

Khofifah dalam pemaparannya menjelaskan potret ekonomi hingga sisi stabilitas sosial dan keamanan di Jatim saat ini.

Dari sisi ekonomi misalnya. Khofifah mengatakan, UMKM harus mendapat ruang melalui digitalisasi sistem. Karena pelaku UMKM menyumbang 57,25 % PDRB Jatim. Sementara Jatim juga merupakan kontributor terbesar kedua PDRB di Indonesia (61%). “Digitalisasi adalah sebuah keniscayaan,” terang Khofifah.

Oleh sebab itu pihaknya mendorong percepatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari sebagai ladang animator dan pelaku usaha berbasis digital. Bahkan Jatim juga telah siap mendukung sistem jaringan 4G dan 5G di beberapa titik hingga pelosok pedesaan.

Dengan beberapa gambaran kelebihan tersebut, Khofifah menyebut jika secara de jure Ibu Kota Indonesia nanti adalah Kalimantan, maka ‘de facto’ ibu kotanya adalah Jatim.

“Sudah banyak yang bilang bahwa hari ini kekuatan-kekuatan ekonomi terbesar di Indonesia kontributornya adalah Jatim,” ucap Khofifah.

Sementara menyambut perkembangan teknologi artificial intelligence (AI), Khofifah mengingatkan bahwa antara humanity dan digitalisasi harus berseiring. Antara lain kerja keras dan profesionalitas tetap menjadi kekuatan SDM.

Lebih lanjut, jelas Khofifah, saat ini Jatim sudah memiliki Jatim Online Single Submission (JOSS) yang merupakan salah satu sistem pelayanan perizinan terpadu. Bahkan Jatim mencatat kenaikan investasi 33,8 %.

Belum lagi prestasi Jatim sebagai gudang para pelajar berprestasi dan baru tahun kemarin Jatim membanting DKI sebagai juara umum kompetisi sains selama 18 tahun. Prestasi anak-anak Jatim disebut sangat membanggakan. “Ke depan SDM harus kita tingkatkan,” tandasnya.

Gubernur Khofifah kemudian mengajak AMSI Jatim bersama mengawal ekosistem yang telah terbangun tersebut.

“Pola-pola ini menjadi bagian penting untuk sama-sama kita kawal. Mohon semua kawan-kawan AMSI juga ikut mengawal,” ajak Khofifah.

Diketahui, Seminar Nasional dan Rakerwil AMSI Jatim 2021 ini juga dibuka oleh Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki secara virtual.
Acara tersebut turut menghadirkan nara sumber sederet tokoh kepala daerah secara virtual.

Antara lain Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani, Bupati Sidoarjo H Ahmad Muhdlor, Bupati Pasuruan H.M Irsyad Yusuf, Bupati Pamekasan H Badrut Tamam.

Sedangkan dari sektor swasta, Direktur Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari, David Santoso dan COO PT Arkadia Digital Media, Tbk., Suwarjono juga menjadi pemateri.

Selain didukung penuh Pemprov Jawa Timur dan Polda Jatim, Rakerwil AMSI Jatim kali ini juga mendapat support dari PT. Danone Indonesia, PT. Pelindo III, Djarum Foundation, Bank Jatim, PT. PHE WMO, Husky CNOOC Madura Limited, Mitra Porangindo Sejahtera, Smartfren, PTPN X, Pemkab Pasuruan, PT. Tirta Investama Aqua Pandaan dan Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari.@LI-13