LENSAINDONESIA.COM: Kalangan anggota dewan DPRD Kota Malang melakukan
Kajian dan Penelaahan Atas Ranperda Kota Malang tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2020, Jumat (11/06/2021).

Pada APBD Kota Malang 2020 ini tersapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)-nya mencapai Rp567,887 miliar.

Wali Kota Sutiaji ikut hadir dalam telaah dan kajian yang dilaksanakan di Hotel Golden Tulip, Kota Batu itu.

Menurut Wali Kota Sutiaji, Pemerintah Kota Malang dalam pengelolaan keuangan daerah, senantiasa diarahkan untuk meningkatkan kapasitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2020 secara transparan dan akuntabel. Hal itu sesuai dengan program-program pemerintah daerah yang ditetapkan menjadi prioritas. Khususnya dalam pembangunan daerah.

“Tahun 2020 memang terdapat Silpa  Rp 567,887 miliar. Itu merupakan sisa dana di kas daerah, kas BLUD (Badan Layanan Umum Daerah), dan kas dana Bosnas (Bantuan Operasional Sekolah Nasional). SILPA tersebut karena adanya refocusing anggaran yang menggeser belanja Perangkat Daerah dalam rangka penanganan COVID-19,” ujar Sutiaji.

Selain itu, lanjut Sutiaji, juga terdapat akumulasi sisa kontrak atas pengadaan barang dan jasa yang menyebabkan SILPA. Sisa lebih pembiayaan anggaran dimaksud akan dianggarkan kembali untuk beberapa kegiatan.

Diantaranya untuk kegiatan Perangkat Daerah sebesar Rp 323.886.502.508 dan sisa anggaran sebesar Rp 244.568.737.026 akan dipergunakan untuk program kegiatan pada perubahan APBD tahun 2021.

Untuk itu, Sutiaji berharap agar semua pihak, terutama kalangan dewan mendukung program tersebut. Sebab, hal itu sebagai bagian dari upaya besar untuk reformasi birokrasi secara menyeluruh.

“Untuk itu, kerjasama dan koordinasi sebagai mitra yang setara dalam penyelenggaraan pembangunan daerah kita harapkan terus terpelihara dan dikuatkan. Itu demi mewujudkan Kota Malang yang maju, mandiri dan sejahtera,” harapnya.@aji