LENSAINDONESIA.COM: Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memberikan tantangan pada Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Jawa Timur saat hadir sebagai narasumber di Rakerwil AMSI 2021, di Royal Senyiur Hotel, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/06/2021).

Pasalnya, dalam rakerwil yang mengusung tema Smart City, Creative Government, Membangun Ekosistem Digital CETTAR Bagi Pembangunan Jawa Timur, Wagub Emil Dardak menjabarkan peluang, keuntungan dan juga tantangan di masa yang kini sedang gencar yaitu transformasi digital.

Secara khusus, salah satu yang ia bahas adalah tentang upaya pemerintah yang kini sedang getol dilakukan yaitu menggalakkan Bangga Buatan Indonesia. Sebab diakui atau tidak, Indonesia kini tengah digempur oleh produk-produk dari Tiongkok, yang harganya murah, dan ongkos pembeliannya juga sangat terjangkau.

“Maka solusi yang sedang kita buat adalah dengan menggaungkan apa yang kita sebut dengan Bangga Buatan Indonesia. Tujuannya agar jika produk asing seperti China ingin masuk ke pasar Indonesia mereka harus mengikuti atau membuat keunikan tersendiri untuk pasar Indonesia, sehingga akan menambah cost produk mereka,” kata Emil.

Untuk menggalakkan Bangga Buatan Indonesia ini, pemerintah mulai melirik influencer. Memberdayakan mereka yang memiliki pengaruh, memiliki banyak follower, dinilai upaya yang tepat dalam mengkampanyekan Bangga Buatan Indonesia.

Para influencer ini banyak memiliki follower di media sosial.

Mulai platform instagram, youtube, bahkan juga facebook dan media sosial lainnya. Era digital menurut Emil Dardak harus diakui melonjakkan animo masyarakat di sosial media. Bahkan media massa juga membuat akun di media sosial untuk bisa menjangkau masyarakat melalui media sosial.

Menurutnya, media massa tidak boleh tidak ambil bagian. Justru kondisi ini menjadi tantangan. Bagaimana agar digital media bisa konvergen dengan sosial media. Termasuk kaitannya dalam menyukseskan program pemerintah Bangga Buatan Indonesia.

“Saya berharap ada unic content yang bisa disampaikan oleh AMSI untuk membantu kami di Pemprov Jatim, mencari solusi atau pun menjadikannya sebagai pilot project untuk strategi mengampanyekan Bangga Buatan Indonesia. Malah kalau saya bilang, yang mencarikan cara untuk menorong Bangga Buatan Indonesia lewat digital media ya dari AMSI aja, karena keberadaan media massa terutama digital maupum cetak menurut saya masih sangat kuat bahkan menjadi pelita kita di tengah simpang siurnya media sosial,” tandasnya.

Emil Dardak kemudian mencontohkan Korea yang sukses membuat pengaruh besar di berbagai sektor lewat dunia entertainment nya. Bahkan perkembangan pop culture dunia entertainment di negara gingseng itu mendapat dukungan dari dana negara.

“Begitu juga dengan market place, saat ini terutama karena pandemi, telah menggeser behavior masyarakat untuk berbelanja secara online,” tegasnya.

Namun merajanya market place bukan semua mendatangkan keuntungan. Yang harus dilihat, dikatakan Emil Dardak, ada kapitalisme yang juga menjadi tantangan yang harus dihadapi. Sistem cah burn out di sistem marketplace juga memiliki potensi mematikan mereka pelaku usaha yang masih konvensional dan pelaku usaha yang mengandalkan toko dan penjualan konvensional.

“Bahwa transformasi digital bukan hanya mendatangkan keuntungan tapi juga menyajikan tantangan yang harus kita pikirkan solusinya bersama. Dan kami yakin AMSI juga bisa ikut serta dalam memberikan solusi untuk bangsa,” pungkas Emil Dardak.

Rakerwil 2021 digelar selama dua hari, 11-12 Juni di Royal Senyiur Hotel Prigen Kabupaten Pasuruan. Pada momentum ini, AMSI Jawa Timur menggelar seminar nasional Jurus Transformasi Digital Daerah.

Tema yang diusung Smart City, Creative Government: Membangun Ekosistem Digital CETTAR Bagi Pembangunan Jawa Timur.

Seminar nasional yang dibuka oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Keynote Speaker Menteri Koperasi UKM Teten Masduki ini dibagi menjadi dua sesi.

Sesi pertama, Jumat (11/06/2021), narasumber dan tokoh yang dihadirkan adalah, Ketua Umum AMSI Pusat Wenseslaus Manggut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, dan Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf. Sesi pertama seminar nasional AMSI Jawa Timur dipandu oleh Iman Dwi Hartanto.

Sedangkan sesi kedua seminar nasional dipandu moderator Abdul Rokim, Sabtu (12/06/2021), menghadirkan Wakil Ketua AMSI Pusat Suwarjono, Bupati Pamekasan Badrut Tamam, Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf, David Santoso selaku Founder KEK Singhasari sekaligus Direktur PT IGT, dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak sebagai narasumber.

Suksesnya pelaksanaan Rakerwil 2021 AMSI Jawa Timur 2021 tak lepas dari dukungan dari berbagai pihak. Yakni, Pemprov Jawa Timur, Polda Jawa Timur, Kodam V Brawijaya, dan Pemkab Pasuruan.

Selain itu, sejumlah instansi, lembaga dan perusahaan juga ikut memberikan support, yakni SKK Migas, PT Danone Indonesia, Pelindo III, Djarum Foundation, Bank Jatim, PT PHE WMO, HCML (Husky-CNOOC Madura Limited), Smartfren, PTPN X, PT Mitra Porangindo Sejahtera, Kawasan Ekonomi Khusus Singhasari, serta beberapa pihak terkait lainnya.*