LENSAINDONESIA.COM: Sebuah gedung di Jl Taman Apsari yang digunakan sebagai kantor advokat dan perusahaan developer milik mantan pemain sepakbola, Soebroto Mangoen Subroto dirusak dan isinya dibobol.

Pelaku 3 orang atas suruhan Nanang, anaknya sendiri. Nanang berprofesi sebagai advokat yang menempati ruangan lantai III sebagai kantor. Namun, Nanang terakhir berkantor pada 2021 lalu.

Mirna salah satu anak dari Soeroso yang memiliki kantor advokat di gedung lantai IV tersebut, mengaku bangunan tersebut milik orang tuanya yang digunakan sebagai kantor bersama 11 putra putrinya.

“Gedung milik abah digunakan sebagai kantor bersama untuk putra putrinya. Abah saya sendiri juga berkantor (perusahaan developer) di lantai II,” ungkap Mirna, Senin (14/6/2021).

Mirna menambahkan, pada Maret 2021, Soeroso menyebut Nanang kembali datang dan mengaku gedung itu miliknya.

“Dia berbicara dengan nada keras kepada karyawan abah dan mengklaim gedung itu miliknya. Lalu 10 saudaranya tidak boleh berkantor di situtanpa seijin darinya,” tambah Mirna.

Berselang beberapa hari, Nanang yang mengutus 3 orang untuk mengambil barang miliknya di lantai tiga. Namun, orang suruhan tersebut justru mengambil barang milik orang tuanya di lantai II.

“Mereka minta ijin ke karyawan untuk mengambil barang Mas Nanang di lantai III. Tapi mereka justru mengambil AC dan barang kantor lainnya di lantai II. Mereka masuk dengan merusak pintu yang terkunci,” ucapnya lebih lanjut.

Atas kejadian meresahkan itu, pihak ahli waris 10 dari 11 anak Soeroso menandatangani kesepakatan menjual aset gedung di dekat patung Joko Dolog itu. Nanang lalu dikabari melalui email digital.

“Surat (digital) itu sudah dibaca. Lalu kami memasang plakat (dijual), dan setelah itu Mas Nanang kembali datang dengan melakukan perusakan kunci kantor dan plakat yang ditempel di bagian depan,” pungkasnya.

Atas dasar itu, Mirna kemudian melapor ke Polsek Genteng Surabaya, atas dugaan pengerusakan dan pencurian.

Abdul Malik selakun kuasa hukum Mirna menyayangkan aksi pengerusakan yang dilakukan Nanang. Menurutnya, Nanang adalah seorang advokat yang juga tahu aturan hukum.

“Tentu kami sangat menyayangkan aksi pengerusakan dan pencurian yang dilakukan seorang yang hukum dan seharusnya taat,” tegas Malik.

Malik juga berharap agar kepolisian cepat memproses laporan korban yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut. “Kami berharap polisi segera memproses hukum  terhadap yang bersangkutan. Ini kan sudah ada saksi 10orang dan ayahnya diperiksa. Ada bukti pernyataan juga terkait kepemilikan gedung itu,” ungkapnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Genteng, Iptu Sutrisno membenarkan menerima laporan itu laporan.

“Benar sudah ada laporan. Kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pengerusakan dan pencurian di gedung tersebut,” singkatnya.@rofik