LENSAINDONESIA.COM: Terus meningkatnya angka kasus positif Covid-19 di Indonesia, tak terkecuali di kota-kota terdekat, mengundang perhatian Wali Kota Madiun Maidi. Menyikapi lonjakan kasus itu, orang nomor satu di Kota Pendekar tersebut segera mengambil langkah antisipasi pencegahan meningkatnya kembali penularan virus Corona di wilayahnya.

Dalam keterangannya pada gelaran konferensi pers di Balai Kota, Rabu (16/6/2021) malam, mantan Sekretaris Daerah tersebut mengumumkan perpanjangan PPKM mikro di Kota Madiun. Kebijakan ini juga berdasarkan Instruksi Mendagri nomor 13 tahun 2021 tentang perpanjangan masa pemberlakukan PPKM berbasis mikro hingga 28 Juni 2021.

“Tidak perlu menunggu sampai kasusnya naik. Langkah-langkah pencegahan harus dilakukan. Sehingga, situasi di Kota Madiun tetap kondusif,” ujar Maidi dalam konferensi pers.

Adapun bentuk pelaksanaan PPKM tersebut adalah dengan mengurangi kegiatan masyarakat pada malam hari, terutama pada lokasi-lokasi yang berpotensi menimbulkan kerumunan, seperti kawasan Pahlawan Street Center (PSC), Alun-Alun, dan tempat-tempat keramaian lainnya. Selain itu, lampu penerangan di sejumlah lokasi tersebut akan dimatikan, mulai pukul 21.00.

Kegiatan hajatan masyarakat juga diperketat, dengan membatasi tamu undangan sebanyak maksimal 50 orang per shift. Jumlah shift pun dibatasi hingga empat shift. Selain itu, dilarang menyediakan hidangan secara prasmanan. Tak hanya itu, pihak penyelenggara hajatan wajib melakukan rapid test terlebih dahulu.

Wali Kota Madiun tersebut juga meminta maaf kepada masyarakat, jika ada yang merasa kurang nyaman terkait kebijakan yang mesti diambilnya itu.

“Tapi, langkah ini memang perlu kita ambil untuk menjaga keselamatan Kota Madiun,” tegasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan konferensi pers tersebut, Kapolres Madiun Kota AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, dan Dandim 0803 Madiun Letkol Inf. Edwin Charles. @Limad