LENSAINDONESIA.COM: Buntut kisruh saat perayaan Ulang Tahun Persebaya ke-94, ratusan Bonek yang diduga bikin onar diciduk lalu ke Mapolrestabes Surabaya.

Ratusan Bonek yang melanggar protokol kesehatan saat Surabaya dilanda pandemi Covid ini diharuskan jalan jongkok sebelum naik ke atas truk polisi. Kebanyakan mereka masih bocah dan ABG.

Kasat Binmas Polrestabes Surabaya, AKBP Herlina, mengatakan mereka yang diamankan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Surabaya.

“Memang ada beberapa yang kita amankan, untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mapolrestabes Surabaya,” terangnya setelah kondisi di daerah Tambaksari dinyatakan kondusif, Jumat (18/6/2021).

AKBP Herlina menambahkan, pihaknya jauh-jauh hari sudah memberikan peringatan, supaya tak ada perayaan yang dapat menimbulkan kerumunan disaat pandemi Covid-19 belum sirna.

“Kami sebelumnya sudah mengimbau kepada Bonek, untuk tidak melakukan kegiatan yang bersifat pengumpulan massa. Kami dari kepolisian ini tidak ingin Covid di Surabaya semakin meningkat,” tambahnya.

Disinggung soal sanksi apa yang akan diberikan kepada ratusan Bonek yang saat ini tengah berada di Mapolrestabes Surabaya, dirinya enggan berkomentar lebih jauh. “Nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, ribuan Bonek gagal masuk area Stadion Gelora 10 Nopember, Tambaksari. Mereka dihadang polisi dan mobil taktis water cannon.

Buntutnya terjadi kisruh setelah sejumlah oknum melempari polisi dengan kayu dan flare. Sejumlah tempat sampah dari ban milik warga di sekitar lokasi juga dibakar sehingga polisi bertindak tegas. @wendy