LENSAINDONESIA.COM: Efek dari lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memerintahkan kepada seluruh bupati dan wali kota untuk memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di wilayahnya masing-masing hingga 28 Juni mendatang.

Hal tersebut tertuang dalam surat edaran (SE) nomor 443.5/0008989 tertanggal 15 Juni 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasiskan Mikro Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Jawa Tengah.

Untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19, Ganjar pun meminta agar kepala daerah memperpanjang PPKM Mikro dan memastikan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari potensi penularan Covid-19.

“Memperpanjang pelaksanaan PPKM Mikro pada tanggal 15-28 Juni 2021 secara lebih ketat dengan koordinasi yang intensif bersama aparat terkait di daerah maupun vertikal,” ujar Ganjar dikutip Sabtu (19/6).

“Juga memperhatikan secara dinamis perkembangan epidemologis dan kepatuhan masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan,” sambungnya.

Tak hanya itu, Ganjar juga meminta agar kepala daerah di lingkungan Jawa Tengah terus mewaspadai dan mengantisipasi varian baru Covid-19 atau B 1.617.2.

“Screening rapid test antigen atau PCR Covid-19 pada kelompok masyarakat yang mempunyai riwayat kontak dengan suspect/probable/confirmed Covid-19, seseorang yang kembali dari perjalanan atau tinggal di kabupaten/ kota / kecamatan / desa / kelurahan zona merah 24 jam atau lebih, seseorang dengan keluhan atau gejala batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan serta sakit kepala atau gangguan pernafasan,” ujar dia.

Ganjar melanjutkan, kepala daerah juga memperhatikan terkait penyediaan tempat isolasi mandiri untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 dengan menambah kapasitas tempat tidur dan ICU di setiap rumah sakit di daerah ditambah 30 persen.

Dengan adanya lojakan angka kasus Covid-19 saat ini, Ganjar meminta pada kepala daerah agar mempertimbangkan kembali rencana pembelajaran tatap muka dengan memberikan penilaian kembali kesiapannya.

“Mempertimbangkan kembali secara cermat rencana pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan melakukan penilaian kembali sarana-prasana penerapan protokol kesehatan di sekolah, pengendalian mobilitas pendidik dan siswa khususnya yang bersifat lintas wilayah, serta kesiapan untuk melakukan pemeriksaan rapid test antigen atau PCR Covid-19 secara periodik,” ujar Gubernur Jateng.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun