LENSAINDONESIA.COM: Warung Deso yang berada tak jauh dari Monumen Kresek, atau tepatnya di Jalan Raya Monumen, Jatirogo, Desa Kresek, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, siap memanjakan lidah para penghobi kuliner di wilayah Madiun, maupun wisatawan dari luar Madiun.

Warung Deso yang buka setiap hari dari jam 07.00 – 13.00 WIB, dan jam 20.00 – 02.00 WIB itu, menyediakan menu andalan Nasi Pecel Iwak Kali (ikan sungai), dan Iwak Kali Sambal Terasi.

Keunikan dan kekhasan cita rasa iwak kali diyakini Puryanto, atau akrab disapa Yanto Landak, mampu menggugah selera makan pecinta kuliner. Terlebih lagi, menurut Yanto, iwak kali yang diolah di warung miliknya ini mempunyai keunggulan tersendiri, yaitu dari pemilihan jenis ikan serta ikan yang disajikan selalu segar dari sungai.

“Ikannya fresh, ikan air deras. Jadi teksturnya keras (tidak lembek),” ujar Yanto.

Yanto mengaku, dirinya mencari sendiri ikan yang hendak diolah, dari sungai yang ada di sekitar desanya. Ikan hasil buruan malam hari dijadikan olahan untuk pagi hari, sedangkan hasil pencarian siang hari untuk malam harinya.

Saat ditemui Lensa Indonesia, Minggu (6/6/2021) pagi, Warung Deso tampak ramai pengunjung. Beberapa tampak menikmati hidangan di tempat, sebagian lagi mengambil pesanan mereka.

Cita rasa sedap yang khas dari masakan olahan iwak kali di Warung Deso, ditambah teksturnya yang garing dan renyah di luar, namun lembut di dalam, membuatnya seringkali menjadi jujugan berbagai komunitas, di antaranya komunitas motor trail dan komunitas sepeda. Bahkan, beberapa pejabat pemerintahan pun kerap kali mampir di warung ini.

“Enak dan gurih,” ucap salah satu pelanggan.

Satu kali jam operasional, Warung Deso mampu menghabiskan 3-4 kg iwak kali. Itupun terkadang sebelum jam operasional berakhir, stok ikan sudah ludes oleh pengunjung.

Tak hanya rasanya yang lezat, harganya pun sedap. Warung Deso hanya membanderol Rp7 ribu rupiah untuk satu porsi Nasi Pecel Iwak Kali, sedangkan Iwak Kali Sambal Terasi, berikut nasi dan lalapannya, dibanderol seharga Rp. 12 ribu rupiah.

Yanto Landak berkomitmen untuk mempertahankan kualitas kuliner di warungnya, sehingga tidak mengecewakan pelanggan, dan Warung Deso dapat berkembang.

“Harapan saya, warung ini dapat berkembang lebih besar, tapi tetap dengan kualitas rasa yang terjaga,” pungkasnya. @LI-Digimagz