LENSAINDONESIA.COM: Pelaksanaan PON XX 2021 direncanakan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika, dan Merauke.

Sebanyak 37 cabang olahraga dan 10 cabang eksebisi akan dipertandingkan dalam even olahraga terbesar di Indonesia tersebut.

Ketua Harian KONI Jawa Timur M. Nabil menyampaikan, Jatim sendiri sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan diri untuk menghadapi PON XX ini. Targetnya, Jatim meraih juara umum.

“Berdasarkan perhitungan, Insya Allah Jatim bisa juara umum. Minimal runner-up,” ujarnya, Sabtu (19/06/2021) siang.

Nabil mengatakan, Jatim sebenarnya sudah mencanangkan program untuk berlatih atau try out ke luar negeri. Termasuk rencana mendatangkan pelatih asing. Tapi, program tersebut tidak bisa berjalan lantaran pandemi COVID-19 yang melanda dunia.
Dengan catatan, semua daerah tidak ada yang berlatih atau try out ke luar negeri.

“Sebab kalau berlatih di luar negeri, itu bobotnya akan lain. Paling tidak, rasa percaya diri atlet akan semakin besar. Apalagi kalau ditangani pelatih asing,” katanya.

Semantara itu, Hanya satu cabor yang rencananya berlatih ke luar negeri, yakni selam. Cabor ini dijadwalkan berangkat ke Tiongkok dan Rusia pada awal Juli 2021.

“Sedang untuk cabor lainnya, tampaknya sulit try out ke luar neger. Termasuk mendatangkan pelatih asing, kita juga kesulitan karena kondisinya tidak memungkinkan,” terangnya.

Di PON Papua XX, lanjut Nabil, Jatim akan memiliki pesaing berat yaitu Jawa Barat dan DKI Jakarta. Pada PON XIX 2016 di Jabar, kontingen Jatim menempati posisi runner-up dengan perolehan 132 keping medali emas, 138 perak dan 135 perunggu.

Jabar meraih juara umum dengan perolehan 217 keping medali emas, 157 perak dan 157 perunggu. Sedang DKI Jakarta menempati urutan ketiga dengan perolehan 132 medali emas, 125 perak dan 119 perunggu.

“Tapi kita gak pandang enteng daerah lain. Sebab di Papua, segalanya bisa terjadi. Yang juara umum pun kita belum tahu,” ujarnya optimis.

Karena try out ke luar negeri terkendala, maka Jatim mencari opsi lain. Salah satunya dengan memperbanyak try out ke daerah lain dan sparring partner dengan atlet yang berpengalaman.
Seperti cabor wushu yang try out ke Jateng dan DIY.

Kedua, melalui tes prestasi. Di mana, atlet akan dites seolah bertanding dalam event sebenarnya dengan dipimpin wasit-juri level nasional yang memimpin di PON XX Papua. Hasilnya apa? Nanti dievaluasi dan diberi masukan.

“Selain itu, ada juga cabor yang memilih melakukan latihan khusus. Seperti cabor angkat besi dan angkat berat, yang akan berlatih di Batu pada akhir Juni atau awal Juli 2021. Itu beberapa opsi kita. Yang lain masih lihat situasi dan kondisi,” imbuh M.Nabil.@fredy