LENSAINDONESIA.COM: Virus corona (Covid-19) varian Delta atau B1617.2 yang pertama kali teridentifikasi di India telah tersebar di sejumlah wilayah di Indonesia. Hal ini menjadi perhatian pemerintah dalam memberikan penanganan yang cepat agar tidak menyebar lebih luas.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan mengungkap bahwa terdapat 160 kasus terkonfimasi positif Covid-19 akibat varian Delta sudah terdeteksi, hingga 20 Juni 2021.

Kemenkes mencatat ada 9 provinsi yang terdeteksi jenis varian Delta.

“Jawa Tengah sebanyak 80 kasus, DKI Jakarta sebanyak 57 kasus, Jawa Timur sebanyak 10 kasus, Kalimantan Timur ada 3 kasus, Kalimantan Tengah ada 3 kasus, dan Sumatera Selatan ada 3 kasus, Gorontalo ada 1 kasus, Jawa Barat ada 1 kasus, dan Banten 2 kasus,” dikutip dari data yang diterima, Rabu (23/6/2021).

Selain varian Delta, Kemenkes juga mencatat temuan sebanyak 45 kasus varian Alfa (B117) dan 6 kasus varian Beta (B1351). Ketiga varian ini termasuk dalam kategori ‘Variant of Concern (VoC)’.

Untuk kasus terkonfimasi positif Covid-19 akibat tiga varian tersebut, ditemukan melalui metode whole genome sequencing (WGS) dengan pemeriksaan sebanyak 2.242 genom sequences.

Jenis varian Alpha, kini sudah terdeteksi di 10 provinsi di Tanah Air. Diantarabta yaitu, DKI Jakarta sebanyak 33 kasus, Jawa Barat sebanyak 2 kasus, Jawa Timur sebanyak 2 kasus,

Kemudian, Sumatera Utara sebanyak 2 kasus, Bali ada 1 kasus, Kalimantan Selatan ada 1 kasus, Jawa Tengah ada 1 kasus, Sumatera Selatan ada 1 kasus, Kepulauan Riau ada 1 kasus, dan Riau 1 kasus.

Sedangkan, jenis varian Beta atau B.1.351 asal Afrika Selatan ini telah teridentifikasi di 3 provinsi yaitu DKI Jakarta sebanyak 4 kasus, Jawa Timur ada 1 kasus dan Bali ada 1 kasus.@licom

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun